RSS

Selasa, 02 Maret 2010

KASIH TAK SAMPAI

Rosmita Ayu Pratiwi begitulah nama pemberian dari orang tuanya,atau lebih sering dipanggil mita,beberapa temannya memanggil Ayu.
Tak ada yang tak mengenalnya di gang kami dia adalah gadis yang paling ayu sesuai dengan namanya.Dia diciptakan dengan indah oleh Tuhan,rambutnya yang lurus panjang dengan mata yang indah hidung bangir dan kulit putih yang mulus,badan yang tinggi dan berisi,teman-teman menyebutnya si bohay ayahnya keturunan arab cina dan ibunya sunda.
Dia adalah tetanggaku,rumahnya berhadap-hadapan dengan rumahku,saat ku melihatnya pertama kali dia begitu mempesona dan selalu terbayang-bayang memikirkannya,kuyakin bukan hanya aku yang bernasib demikian,tak tahu apakah itu cinta pada pandangan pertama atau hanya sebuah kekaguman yang berlebihan pada makhluk tuhan yang indah.memang dia gadis yang jelita.Kalau saja dia terlahir sebagai orang yang berlimpahan harta di daerah elit ibukota pastilah dia sudah menjadi seorang artis sinetron yang sering tampil di layar kaca.
Aku sendiri adalah mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi swasta dengan biaya pensiunan orang tuaku,hidup kami cukup pas-pasan tapi cita-citaku cukup tinggi,karena aku merasa cukup pintar di bidang akademik,hingga orang tuaku berusaha mati-matian untuk membiayai kuliahku,bahkan sejak baru masuk kuliah aku sudah di belikan motor,untuk menunjang kelancaran kuliah,gitu kata papa.aku sih asyik aja,asal kita gak mati kelaparan sekeluarga karena motor kreditan itu.Aku memiliki tubuh yang tinggi dan berkulit tidak begitu putih,dengan kemampuanku bergaul aku banyak dekat dengan cewek-cewek.Jadi teman cowok juga banyak yang mendekat,minta di comblangin,asal aku lagi gak jomblo aja aku pasti bantu,betul gak,heheheh.kalo gak usaha sendiri aja sono.
Tiga tahun yang lalu kami pindah rumah dari tempat tinggal kami yang menjadi langganan tetap banjir tiap tahun ke daerah ini,masih banjir juga sih tapi lumayanlah tak sesering di tempat yang lama.Walaupun rumah kami berhadapan,namun aku tak begitu dekat dengannya dia seorang anak rumahan jarang sekali keluar apalagi ngobrol dengan tetangga.Sebulan tinggal ditempat ini aku masih belum bisa mengenalnya,padahal pada saat keluarga kami baru pindah rumah kami mendatangi ke rumah-rumah tetangga untuk memprkenalkan diri sebagai tetngga baru sekaligus memjalin tali silaturrahmi,karena menyayangi tetangga adalah ibadah,sabda rasul kepada umatnya.Tapi saat kami berkunjung kerumahnya dia tak ada dirumah dia lagi ke sekolah,waktu itu Mita masih kelas 1 SMA,seiring bergulirnya waktu aku sudah mulai kenal dengan teman-teman disekitar rumah,memang aku orang yang gampang bergaul,hampir semua orang di gang itu,tua muda,cewek cowok sudah aku kenal dengan baik baik itu sifat dan kebiasaannya.,anehnya aku tak bisa kenal dengannya.mungkin aku malu untuk berani memperkenalkan diri karena kecantikannya,kami hanya bisa menggodanya sambil bersuit-suit ketika dia lewat dihadapan kami.
Mita memang anaknya kurang bergaul jarang berteman dengan tetangga.mungkin karena dia juga pindahan,keluarganya pindah ke jakarata 6 tahun yang lalu dari Bandung sejak kepindahannya itu dia hanya memiliki beberapa teman di tetangga dan semuanya cewek.Begitu susah mengenalnya entahlah saat itu aku kehabisan cara,atau mungkin dari dalam diriku,memang kadang-kadang dia terlihat agak angkuh dengan pemuda-pemuda dikampung ini,sehingga memberi rasa minder pada kami yang sangat ingin mengenalnya.
Suatu hari kami lagi ngumpul dengan teman-teman gak jauh dari rumahnya.Tiba-tiba si mita memnggilku “kak rian”sambil melambaikan tangannya,tanda bahwa dia memanggilku.
“Iya”aku kaget makhluk yang aku impi-impikan tiba-tiba menyapaku.
Kuhampiri dia “ada apa,mit”
“Yang kemarin pacar kak rian,ya?”
“Kemarin Mita lewat depan kampus kak Rian,aku liat kak Rian lagi asyik ngobrol ma cewek,seru banget kayaknya,mpe kak Rian gak denger aku panggil”
“Cantik ya kak”sambung mita lagi.
Busyet ni cewek maksudnya apa ni jadi GR,Tuhan mudah-mudahan ini pertanda baik.
Dalam hati aku berdoa.
“Gak kok dia sahabat aku,kamu sih kalo lewat depan kampus aku itu,sms dulu dong,biar aku siap-siap,.
“Emang sih cantik tapi kalo ma km gak ada apa-apanya”sambung aku.
“Hehehe,bisa aja kak,”kata mita
“Oh ya no hp kamu dong,biar kalo lewat lagi aku bisa tungguin” pintaku
Kaya angkot ya hehehe
Setelah kasih no hp si mita bergegas ke rumahnya,nyokapnya manggil,disuruh nyuci piring kali.gak tau deh.heheheh
Hari ini terasa indah banget,penantian yang sudah lama akhirnya terwujud juga.anak-anak yang lain pada sirik nih,gimana gak sirik secara Mita cewek idaman kita semua,ngajakin aku ngobrol dan tunjukin rasa perhatian padaku,ada sih yang bener-bener tunjukin rasa jelesnya,tapi aku sih cuek aja,selama niat aku baik dan tidak merugikan orang lain(secara langsung),maju terus pantang mundur,ini adalah awal yang baik,finishingnya juga harus baik..
Malamnya aku jadi kepikiran terus,dia kog nanya2 gitu ya,selama ini kita kan gak pernah ngobrol,jangan-jangan selama ini dia suka lagi ama aku.moga aja gitu,amin amin.kuawali tidur ku dengan doa moga bisa bertemu lagi di mimpi.
Setelah keajadian hari itu hubunganku dengan Mita makin dekat.Aku gak segan-segan lagi main ke rumahnnya,ngajak dia ngobrol di teras rumahnya,makin hari makin lama aja aku pulang dari sana,sampai ada kejadian aku diusir sama bokapnya karena udah larut malam aku gak pulang-pulang,abis anaknya cantik sih,betah banget pandangi wajahnya yang indah itu.selain cantik mita memang anak yang taat dan patuh sama orang tua,rajin,pintar masak.Gak tau deh sepanjang aku kenal anak itu kurangnya dimana?,dia belum ada kekurangan yang berarti yang bisa bikin hatiku berkurang rasa cinta padanya.
Hatiku makin berunga-bunga setelah menjadi akrab dengannya,mungkinkah ia punya rasa yang sama denganku,pertanyaan standar buat seseorang untuk menjalin hubungan.Aku makin jadi penasaran,dari gerak-gerik dan kata-kata yang di ucapkan kayanya sih gitu.Ya malam minggu besok harus dicoba nih,ajak jalan Mita buat kenangan yang indah yang takkan terlupakan,harus bikin dia klepek-klepk dalam satu malam.maju terus cuy....
Pagi-pagi aku udah adain serangan,langsung sms dan telpon minta ketemuan di ujung gang,padahal waktu itu dia buru-buru mau ke sekolah ada jam olahraga,hampir aja usahaku gagal,dengan sedikit kata-kata permohonan akhirnya luluh juga hatinya,gitulah cewek selalu kalah dengan kata-kata manis dan memelas,kasian kali ama gue,hehee pengorbanan bro.Waktu yang singkat itu tak aku sia-sia kan takut keburu ada yang ngajak dia malming,maklum barang bagus,heheheh.nyesel gue seumur hidup klo kayak gitu.
”Mit,tar malam jalan yuk“,
“aduh kak mita kan gak bisa keluar malem,harus ijin bokap dulu“,
„kalo kakak mau,harus ijin ke bokap dulu,kalo di ijinin baru mita bisa jawab iya“.
„Ok dah itu ma masalah gampang,iJin ke presiden pun kakak laksanakan“.
„Ya udah aku ke sekolah dulu ya,kak“
Tak sabar rasanya,dari jam 3 sore lewat dikit aku udah siap-siap aja,harus tampil dengan performa terbaik nih,padahal hari itu banyak teman yang ngajakin ngumpul,tapi jelas aku tolak lah,ini masa depa,.ga ada yang lebih utama dari Mita,kecuali orang tua, kayaknya aku makin mabuk kepayang aja.gimana ya rasanya jalan berdua ama dia
Selepas magrib gue langsung ke rumahnya.Mitanya santai aja lagi nonton tv,
“hei kak,langsung aja ngomong ke bapak“
Dengan basa-basi dikit dan jaminan buat putrinya,berhasil juga mita aku bawa keluar.
Malam itu berjalan begitu cepat tapi menyimpan kenangan yang dalam yang takkan mungkin kami lupakan,aku mengajak Mita ke sebuah tempat yang cukup romantis salah satu temapat pacaran favorit pasangan muda-mudi ibukota,kami mencari tempat duduk yang luamayan sepi di sekitarnya,kami bercerita tentang hidup kami masing-masing,mita bercerita keadaan lingkungan sekolahnya,keluaraganya,ketika dia masih di Bandung,dari itu semua ternyata Mita belum pernah pacaran.aku senang sekali bakaln menjadi cinta pertamanya.HARUS,kubulatkan tekadku untuk memilikinya,kucoba untuk utarakan hatiku yang sudah sekian tahun kupendam,ternyata mita memiliki rasa yang sama ,walaupun mungkin rasa itu tak sebesar rasa cintaku ke dia,setidaknya dia punya rasa sayang juga ke aku,dan itu merupakan dasar buat kita untuk jadian malam itu.cepat mungkin tapi masa bodoh,lebih cepat lebih baik.
Hati ini senang banget,ku dekati dia dan memeluknya,hati kami bergetar,kukecup keningnya dan berjanji akan selalu menjaganya dan takkan menyakitinya.

Tiga bulan terakhir sejak malam itu,hari-hariku merupakan masa-masa yang paling indah dari hidupku sebelumnya.lebih indah dari mimpi-mimpiku sebelum pacaran dengannya.Hubungan kami sangat di dukung oleh orang tuaku,siapa sih yang gak mau menantu cantik yang baik dan jago masak.Tapi tak demikian dengan keluarganya,setelah mereka mengetahui kami ternyata berpacaran orangtua Mita mulai menunjukkan gelagat tidak senangnya padaku,pernah suatu saat aku menanyakan Mita kata bapaknya dia lagi belajar padahal waktu itu malam minggu,malam yang telah kami tunggu-tunggu buat bisa berdua-duan,bukan itu aja orang tua Mita malah pernah langsung memberitahu ke aku,bahwa aku harus mencoba belajar melupakan Mita,karena kata bapaknya kalian takkan pernah kami restui,aku diam aja mendengarnya.Tapi perjuanganku tak pernah diam walau tanpa dukungan dari orang tuanya.Kami selalu mencuri waktu untuk bisa ketemu,pulang sekolah aku selalu siap di depan gerbang sekolahnya,layaknya tukang ojek yang sedang nunngu penumpang,bahkan kadang-kadang dikira tukang ojek beneran oleh siswa-siswa di sekolah itu,emang tampang gue mirip tukang ojek apa??
Mita menelponku tengah malam,aku kaget biasanya dia orang yang tidurnya teratur dan jam segitu gak amu di aganggu,karena sebelum azan subuh dia harus bangun belajar dan menyiapkan sarapan buat keluarganya.Dengan tangisnya Mita minta maaf padaku.
“sayang,gimana nih hubungan kita????“
“kayaknya kita udah gak bisa bertahan lagi“
Sambil sesenggukan Mita melanjutkan omonganya aku masih terdiam
“setelah aku lulus SMA,Mita akan dinikahkan dan tinggal di Bandung
kita akan berpisah kak,mungkin selamanya.“
aku makin terdiam tak kuat mendengar kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya
seribu maaf diucapkan malam itu,tapi aku hanya terdiam.aku tak tahu harus berkata apa.
Aku hancur,sakit lebih sakit dari kisah-kisah cintaku yang pernah ada sebelumnya..
Mita masih memohon maaf sambil menangis,tapi aku tak peduli karena kutahu aku tak bisa berbuat apa-apa untuk mempertahankan hubunganku dengannya.
Memang hal ini sudah pernah di ceritakan olehnya saat kita sedang berdua saja,tapi dulu dia tak seserius ini.Dia anak yang sangat patuh dan taat pada orangtuanya,tak mungkin mengecewakan orangtuanya.dan aku bisa memaklumi itu sebagai anak yang dibesarkan dari keluarga yang penuh kasih sayang,orang tuanya tak pernah meminta apa-apa dari Mita,saat ini Mita diminta untuk memenuhi keinginan orang tuanya.Dan aku tidak heran kalau mita memenuhi permintaan itu,walaupun itu berat bagi kami.
Hari pelulusan Mita tiba aku bergegas mengambil motor diparkiran kampus,aku harus bertemu dan bicara padanya walau mungkin untuk terakhir kalinya.
Kupacu sepeda motorku ugal-ugalan,berharap cepat sampai disekolah yang dulu tak asing bagiku.Aku tak peduli sudah berapa kali menyalip motor dan mobil orang dengan tiba-tiba diwaktu yag tidak tepat.Mungkin makian dari mereka menyertai perjalananku,mungkin juga doa dari orang yang baik hati,yang melihat orang ngebut dari sisi lain.
Mita sedang duduk dengan teman-temannya,aku langsung menghampiri dan mengajak dia pergi dari tempat itu.Dia awalnya gak mau,tapi aku memohon,memang sejak malam dia menelponku Mita mulai menjaga jarak,mungkin karena ingin menunjukan kepatuhan kepada orangtuanya,dan hukuman buatku karena aku diam saja malam itu.
“ayo dong mit,please…”
“tapi kak,kakak tau kan sekarang kita gak kaya dulu lagi”
“aku mohon sekali ini aja,mungkin ini yang terakhir buat kita.”pintaku
Dia diam sebentar mencoba mencerna kata-kataku.
“tapi Gak boleh lama-lama ya,bokap nyokap lagi nunggu kabar kelulusanku di rumah”
“aku telpon dulu biar mereka gak khawatir”.sambung dia lagi
Tak kusangka mita memelukku sepanjang jalan itu,aku tak tahu akan kubawa kemana,aku hanya ingin bersamanya selama mungkin.
“Sayang,aku tak kuat berpisah dengan kamu,bawa saja aku,akuingin jauh dari mereka“
“Kamu jangan ngomong gitu,sayang.“
“kamu harus berbakti sama orangtua kamu,aku juga selalu ingin bersamamu,tapi kita harus terima kenyataan ini.“
Aku berusaha berkata bijak untuk menenangkannya,padahal kalimat itu sangat bertentangan dengan kata hatiku yang paling dalam.
Kami tiba ditempat jadian kami dulu,tempat ini masih indah dan romantis tapi tetap tak bisa menghibur hati kami yang galau.Mita menangis,diungkapkan segala kepedihanya setelah kami putus selama ini,betapa rindunya dia dengan saat-saat indah dulu,aku juga tak kalah hancurnya saat itu aku merasa tak berarti lagi karena selalu di cuekkan olehnya,berkali-kali kuhubungi tak pernah tau kabar dari dia.
Aku tahu ini bukan kehendak kita tapi jauh sebelum aku mengenal Mita,orang tua Mita sudah menjodohkan Mita denagn lelaki yang masih berhubungan keluarga dari pihak bapaknya,dia pria dari keluarga berada dan masa depan yang gemilang pastilah secara materi Mita akan bahagia.dan melupakanku yang masih mencintainya entah sampai kapan.
Sudah lima jam lebih kami disini,tak terasa gelap udah datang menelan mentari di ufuk barat.aku menagajak Mita untuk pulang.
“Mit,yuk kita pulang.“
“aku gak mau kak,aku ingin bersama kakak selamanya“Mita berkata tegas
“Bawa aku kemana kakak mau,biar aku disebut anak durhaka,biarkan aku pergi dan dibenci oleh mereka,asal kita selalu bersama.“
“Sudahlah kalau memnag kita jodoh kita takkan dapat dipisahkan“
Aku membujuk mita
“Tapi aku gak mau,jangan sia-siakan aku
“Aku berani berkorban buat hubungan kita,kalau kakak berani ayo kita pergi saja dari kota ini,Biar hidup susah denganmu aku rela“
Bawa aku kemana kakak mau.tangisnya meledak lagi
Aku ditantang olehnya,aku tahu ini hanya emosi sesaat,karena kuyakin tak mudah hidup tanpa restu dari orang tua.
“Ikut aja,kita akan pergi dari sini,aku akan membawamu ketempat kebahagianmu“
Mita tampak senang sekalikarena dia berhasil membujukku,padahal setelah motor kujalankan mita kubawa pulang kerumahnya.Mita sangat kecewa karena aku tlah membohonginya.Karena kejadian itu keluargaku bertengkar hebat dengan keluarganya,karena aku dituduh membawa kabur anak gadis orang tanpa permisi,ya iayalah kalau izin namanya lain lagi
Begitu cepat waktu berjalan.Hari pernikahan Mita berlangsung meriah,aku tak berani keluar dari rumah.Aku tak mungkin melihat wajahnya,wajah yang akn selalu kurindukan,seandainya dia sedih karena pernikahan itu hatiku akan hancur melihat orang yang kucintai hidup dengan orang lain yang tak dicintainya,tapi jika wajahnya menunjukkan kebahagian hatiku kian hancur karena api cemburu membakar di dalam dada.
Dia akan pergi dan tak mungkin kutahan lagi,kadang-kadang aku menyesali,mengapa aku tak lari saja dengan dia dulu,tapi hatiku terus tawakal dan mendekatkan diri kepada Tuhan sehingga penyesalan itu tak mengahntuiku terus menerus.Hanya sms terakhir buat dia semoga kau bahagia menjalani hidupmu,aku tak ingin kau salah memilih karena ada pilihan yang terbaik dari orangtuamu,aku ingin kau selalu bahagia meski kau dengan yang lain,tapi ketahuilah sesungguhnya aku ingin orang yang membahagiakan kamu itu adalah aku,kiranya Tuhan melindungi pernikahan kalian.

############

0 komentar: