BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
SEJARAH INTERNET
Internet berasal dari kata Interconecting Networking yang mempunyai arti hubungan berbagai komputer dengan berbagai tipe yang berbentuk jaringan telekomunikasi seperti telepon.
Internet lahir sekitar tahun 1969 pada masa perang dingin dan digunakan pertamakali untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat membangun sebuah sitem jaringan dengan menghubungkan semua komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila bila terjadi serangan nuklir. Untuk itu dibentuklah proyek bernama ARPANET yang dibuat oleh DARPA (Defense Advavced Research Projects Agency) suatu bagian dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, bekerja sama dengan beberapa universitas dan research fasilities. ARPANET pada awalnya sangat kecil dan hanya menghubungkan tiga buah komputer di daerah California dan di Utah. Tidak lama kemudian ini berkembang diseluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu ARPANET dipecah menjadi dua, yaitu MILNET untuk keperluan militer dan ARPANET baru yang lebih kecil untuk non-militer seperti di universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan ini akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi internet saja. Di Indonesia internet mulai dikenal luas sejak tahun 1995 dan IndoInternet berdiri sebagai penyedia layanan internet pertama di Indonesia
Internet adalah suatu jaringan komputer global yang terbentuk dari jaringan-jaringan komputer lokal dan regional, memungkinkan komunikasi data antar komputer-komputer yang terhubung ke jaringan tersebut. Internet ini dikembangkan dan diuji coba pertama kali pada tahun 1969 oleh US Departement Of Defense dalam proyek ARPAnet (Advanced Research Projects Agency Network). Internet ini mempunyai banyak sebutan bagi pemakainya antara lain Cyber, e-world, dunia maya, dan sebagainya. Agar komputer-komputer dalam suatu jaringan dapat berkomunikasi, maka dibutuhkan suatu protocol atau suatu standar komunikasi baik antar komputer maupun antar jaringan komputer. Salah satu contoh dari protocol ini adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol). Protocol ini menjadi standar protocol yang digunakan pada jaringan internet, karena dapat diterapkan dihampir segala jenis platform komputer.
2.2 Pemahaman Internet
Oleh karena web yang dibuat pada umumnya untuk ditempatkan pada server system jaringan internet, maka sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu beberapa pengertian yang berhubungan dengan internet.
TCP/IP adalah bagian yang mengatur integrasi dan telekomunikasi jaringan komputer lain. TCP/IP (Transmision Control Protocol) yang memastikan semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TCP/IP secara umum berfungsi utnuk memilih rute alternatif jika suatu rute tak dapat digunakan, mengatur dan mengirimkan paket – paket pengiriman data, dan lain – lain.
Untuk dapat terkoneksi dengan internet kita perlu terhubung dengan host atau jaringan yang telah terkoneksi dengan jaringan internet. Atau dengan kata lain kita perlu koneksi dengan internet gateway. Online Services atau Internet Service Provider (ISP) adalah suatu perusahaan atau badan baik pemerintah maupun swasta yang dapat memberikan fasilitas layanan koneksi ke jaringan internet bagi jaringan yang terhubung kepadanya. Contoh ISP yang ada adalah TelkomNet, IndosatNet, LinkNet, CBNNet, dan lain-lain. Media yang biasa digunakan dalam berhubungan dengan ISP :
• Teknologi Jaringan
• Kabel Telepon (PSTN)
• DSL, ISDN, VSAT, dan lain-lain.
Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai internet sebagai sumber daya informasi yang berorientasi pada manusia, bukan internet sebagai jaringan komputer. Karena dengan pemakaian internet memberi kesempatan kepada pemakai diseluruh dunia untuk berkomunikasi dan memakai sumberdaya informasi yang tersedia. Contohnya saja pemakai dapat berkomunikasi dengan menggunakn fasilitas electronic mail atau lazim disebut E–mail ataupun dengan membentuk hubungan dengan komputer lain dan memasukkan pesan–pesan dari dan ke komputer tersebut. Oleh karena itu internet adalah lebih dari sekedar jaringan komputer atau pelayanan informasi, melainkan internet adalah gambaran dinamis bahwa manusia dapat berkomunikasi secara bebas serta memilih untuk bersifat sosial dan membagi informasi penting kepada pengguna lain yang membutuhkan.
2.2.1 Web
Web merupakan fasilitas Hypertext untuk menampilkan data berupa text, gambar, bunyi, animasi, dan multimedia lainnya, yang diantara data tersebut saling berhubungan sata sama lain.
2.2.2 Website (Situs web)
Merupakan hal khusus dari situs web tertentu. Diumpamakan situs web ini adalah buku yang berisi topik tertentu.
2.2.3 Webpage
Merupakan sebuah halaman khusus dari situs web tertentu. Diumpamakan halaman web ini adalah sebuah halaman buku dari situs web tertentu.
2.2.4 Homepage
Merupakan sampul halaman yang berisi daftar isi atau menu dari sebuah situs web.
2.2.5 WWW (World Wide Web)
Merupakan kumpulan web server dari seluruh dunia yang berfungsi menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. Bila diumpamakan WWW ini merupakan perpustakaan besar yang menyediakan berbagai macam buku dengan informasi yang anda butuhkan. Dengan teknologi World Wide Web, dimungkinkan untuk mengakses informasi secara interaktif, dan bentuk informasinya berupa tampilan grafis maupun teks. Hal ini dimungkinkan dengan adanya Hypertext Transfer Protocol (HTTP) yang digunakan untuk mengakses suatu informasi pada suatu situs web (website).
JARINGAN KOMPUTER
Jaringan computer adalah suatu bentuk aturan dan metode yang menghubungkan (interkoneksi) berbagai macam device komputasi (sering disebut juga end node) sehingga dapat berkomunikasi satu sama lain.
– Terdiri dari device komputasi media transmisi (channel komunikasi ) untuk mentrasnmisikan sinyal data dan kontrol, komunikasi elektronik untuk routing/switching data dari sumber (source) ke tujuannya (destination) dan termasuk perangkat lunak yang digunakannya.
– Jaringan dapat melingkupi jaringan kecil sampai jaringan besar yang dipisahkan secara geografis (LAN, MAN, WAN).
Maka Jaringan Komputer disebut juga :
Kumpulan perangkat keras transmisi dan fasilitas infrastrukturnya, terminal yang terhubung pada fasilitas-fasilitas tersebut dan sekumpulan protocol komunikasi peralatan tersebut..
Komunikasi yang dilakukan mestilah dapat dilakukan :
– Reliabel
– Efisien
– Bebas kesalahan (Error-free).
SIFAT JARINGAN KOMPUTER
1. Dapat menghubungkan semua yang terhubung di dalamnya. (Any-to-Any Communication System)
2. Setiap station (end node) memiliki alamat jaringan unik, untuk dapat terhubung dibutuhkan pengetahuan alamat yang dituju, seperti nomor telepon.
BLOK PENYUSUN JARINGAN KOMPUTER
1. Terminal, Workstation, Komputer dan device lain (end nodes)
• Device ini sebagai sumber data (source) maupun tujuan data (destination) dalam network. Contoh :
– Personal computer
– Terminal
– Workstation
– Komputer
– Point of sale cash registers
– Automatic teller machines
2. Media Transmisi ( untuk mentransmisi sinyal data dan sinyal kontrol)
cahaya melalui media yang berbeda-beda. Terdiri dari 2 macam, yaitu :
1. Bounded Media :
• Twisted pair wire
• Co-axial cable
• Fiber optic cables
• Wave guides
2. Unbounded Media :
• AM and FM radio
• TV broadcasting
• Satellite communication
• Microwave radio
• Infrared signals
3. Network electronics ( intermediate devices untuk routing data dari source ke destination)
Device Network electronic melayani berbagai macam fungsi termasuk proses routing atau switching data dari source ke destination atau untuk menyediakan interface antara media transmisi yang berbeda atau protocol komunikasi yang berbeda.
- Bridges - Concentrators
- Routers - Front End Processors
- Private Branch - Switches
Exchange (PBX) - Hubs
- Multiplexers – Gateways
4. Perangkat lunak untuk mengontrol transmisi data.
• Perangkat lunak adalah bentuk nyata penerapan teknik implementasi end node pada protokol yang mendefinisikan aturan, prosedur untuk inisiasi dan meletakkan data pada terminal untuk siap ditansfer, menginterpretasikan bagaimana data direpresentasikan dan saat ditransmisikan dan bagaimana suatu kesalahan (error) ditangani
• Perangkat lunak pada network electronics biasanya berfungsi khusus untuk memastikan data ditransmisikan dari source ke destination.
5. Standar Arsitektur Jaringan (Standar untuk mendukung interoperabilitas antara kebutuhan perangkat yang berbeda yang dibuat oleh vendor yang berbeda)
Interface: titik interaksi antara dua device, misalnya printer dan PC.
• Standar Interkoneksi : spesifikasi metode interfacing dua device, membuat vendor tidak memerlukan pengetahuan yang dalam mengenai peralatan jaringan lain jika dihubungkan dengan peralatannya, selama dalam frame yang telah ditentukan.
• Arsitektur: blueprint dari standar jaringan yang terdiri dari pemilihan media, media interface, metode encoding data, protokol transmisi, protocol routing, dsb.
• Dibutuhkan untuk memastikan interoperabilitas antara berbagai jenis device dan peralatan yang dibuat oleh berbagai vendor.
MENGAPA JARINGAN PENTING ?
• Kunci teknologi abad 21 adalah pengumpulan informasi, pemrosesan dan distribusi informasi.
• Dikembangkannya jaringan telepon internet.
• Jaringan Radio dan televisi menjangkau seluruh bagian dunia.
• Dalam 20 tahun terakhir, setiap komputer mulai terhubung dengan jaringan.
• Dengan jaringan komputer menyediakan jalan untuk dapat mengajarkan, mempelajari, melakukan bisnis dan berkomunikasi dengan orang lain, dimanapun dan kapanpun
Rabu, 15 Desember 2010
SEJARAH INTERNET DAN JARINGAN
Diposting oleh faoezant di 01.06 0 komentar
Label: Komputer
SISTEM KEAMANAN PADA JARINGAN
Definisi Security pada Sistem Terdistribusi
Security atau Keamanan merupakan suatu sistem keamanan yang terdistribusi untuk melindungi data-data yang penting yang berhubungan dengan komunikasi digital, aktifitas digital, dan konflik digital. Security diperlukan karena Internet itu rentan terhadap gangguan keamanan karena sifat Internet yang terbuka, sikap dan pandangan pemakai, dan tidak adanya solusi yang komprehensif.
Solusi Keamanan adalah sebagai berikut :
- Didirikannya Pusat-pusat informasi tentang keamanan, seperti CERT, SecurityFocus, Symantec.
- Adanya milis-milis tentang keamanan sistem. Adanya penggunaan mekanisme deteksi global.
- Adanya pembentukan jaringan tim penanggap insiden di seluruh dunia.
- Adanya peningkatan kesadaran terhadap masalah keamanan.
- Adanya pendidikan bagi pengguna umum. Adanya pelatihan bagi personil teknis (administrator sistem dan jaringan, CIO, CTO).
• Mengapa sistem informasi rentan terhadap gangguan keamanan
o Sistem yg dirancang untuk bersifat “terbuka” (mis: Internet)
Tidak ada batas fisik dan kontrol terpusat
Perkembangan jaringan (internetworking) yang amat cepat
o Sikap dan pandangan pemakai
Aspek keamanan belum banyak dimengerti
Menempatkan keamanan sistem pada prioritas rendah
Tidak ada solusi yang komprehensif
• Relevansi keamanan sistem informasi
o Informasi sebagai komoditi ekonomi obyek kepemilikan yang harus dijaga
o Informasi menciptakan “dunia” baru (mis: Internet) membawa beragam dinamika dari dunia nyata Komunikasi digital (e-mail, e-news, …)
Aktifitas digital (e-commerce, e-learning, …)
Konflik digital (cyber war, …)
Konsep-konsep Keamanan
• Kebijakan keamanan
o Mengatur apa yang diijinkan dan tidak diijinkan dlm operasi normal
Mengatur bgmn subyek dapat mengakses obyek
o Sering bersifat “politis” daripada teknis
o Harus mencerminkan proteksi terhadap sistem secara seimbang, komprehen-sif, dan cost-effective
o Proses: analisis ancaman kebijakan keamanan mekanisme pengamanan
Analisis ancaman: memperkirakan jenis ancaman dan potensi merusaknya
Mekanisme pengamanan: implementasi kebijakan keamanan
o Kebijakan keamanan harus berfungsi dengan baik sekaligus mudah dipakai
Dapat mencegah penyusup pada umumnya
Mampu menarik pemakai untuk mengguna-kannya
Aspek-aspek dalam Masalah Keamanan
• Kerahasiaan
o Melindungi obyek informasi dari pelepasan (release) yg tidak sah
o Melindungi obyek resource dari akses yg tidak sah
• Integritas
o Menjaga obyek agar tetap dapat dipercaya (trustworthy)
o Melindungi obyek dari modifikasi yang tidak sah
Mekanisme & Teknik Security
Mekanisme Security :
- Mengatur apa yang diijinkan dan tidak diijinkan dlm operasi normal
- Mengatur bgmn subyek dapat mengakses obyek
- Sering bersifat “politis” drpd teknis
- Harus mencerminkan proteksi thdp sistem secara seimbang, komprehen-sif, dan cost-effective
- Proses: analisis ancaman kebijakan keamanan mekanisme pengamanan
- Analisis ancaman: memperkirakan jenis ancaman dan potensi merusaknya
- Mekanisme pengamanan: implementasi kebijakan keamanan
- Kebijakan keamanan harus berfungsi dengan baik sekaligus mudah dipakai
- Dapat mencegah penyusup pada umumnya
- Mampu menarik pemakai untuk menggunakannya.
Karena sebuah sistem terdistribusi erat kaitannya dengan penggunaan jaringan, tentunya hal tersebut menjadi sebuah masalah yang penting. Mengapa? Tentunya dalam sebuah sistem terdistribusi dilakukan berbagi pakai data, dan kita tidak tahu seberapa penting data tersebut dan kegunaannya bagi masing-masing pemakai.
Masalah tersebut dapat diatasi jika data dapat terjamin keamanannya, karena tujuan utama dari adanya kemanan adalah untuk membatasi akses informasi untuk pemilik data yang memiliki hak akses. Ancaman keamanan tersebut dapat berupa:
1. Kebocoran; adanya pengambilan informasi oleh pihak yang tidak berhak
2. Pengubahan informasi yang tidak legal/sah
3. Perusakan informasiSekarang bagaimana kita dapat melindungi transaksi dalam suatu sistem terdistribusi?
1. Perancangan sistem yang aman.
Hal ini merupakan tujuan yang sulit, namun memiliki tujuan yang pasti, yaitu mencegah semua serangan-serangan yang saat ini terjadi ataupun yang akan datang.
2. Adanya kebijakan dan mekanisme.
Kebijakan/layanan yang dimaksud adalah seperti: adanya aturan yang mengatur pengaksesan dan berbagi pakai data dan apa saja prosedur yang diterapkan.
Sedangkan kebijakan tersebut akan dapat dijalankan dengan bantuan mekanisme yang dilakukan. Maksudnya adalah prosedur bagaimana kebijakan tersebut dapat dilakukan. Misalnya: untuk mengakses suatu dokuumen dikontrol dengan distribusi yang terbatas dan tersembunyi. Kebijakan lebih kearah menspesifikasikan kebutuhan, dan mekanisme menerapkan spesifikasi kebijakan yang dilakukan.
3. Menggunakan teknik keamanan.
Teknik keamanan yang dimaksud merupakan hal-hal teknis yang harus dilakukan dalam implementasi pengamanan data. Antara lain:
a. Enkripsi; pengkodean pesan untuk menyembunyikan isi.
b. Certificate; dokumen yang berisi pernyataan yang ditandatangani oleh pemegangnya.
Teknik Security :
- Dibuatnya Sistem Pendeteksi Intrusi
- Adanya Sniffing (Penyadapan)
- Adanya Scanning (Pemindaian)
- Adanya IP Spoofing
- Anti-Virus
- Firewal
dari : berbagai sumber...
Diposting oleh faoezant di 00.58 0 komentar
Label: Komputer
Selasa, 14 Desember 2010
WAKTU TERUS BERJALAN AKU TAK MAU TERTINGGAL LAGI
By: Fauzan Syahid
Saat ku rebahkan tubuhku di kasur yang lumayan empuk (salah satu fasilitas dari kost-kostan yang kutemapti) ku lihat lagi sebuah tulisan yang menempel di dinding kamar kostku “waktu terus berjalan tak pernah berhenti tak peduli kamu terjatuh dia tak akan pernah menunggu dan akan tetap terus berjalan”. Tulisan ini memiliki arti yang sangat luar biasa dalam memotivasiku untuk menjalani kehidupan sehari-hari dalam beberapa bulan belakangan ini, dan hebatnya lagi tulisan ini berasal dari pikiranku sendiri pada saat itu (heheh narsis). Entah dimana aku mendapatkan ide untuk merangkai kata-kata itu, aku juga gak yakin itu murni buah pikiranku sendiri, mungkin saja aku pernah mebaca tulisan itu dari buku atau mendennagr ucapan dari orang lain.tapi yang pasti setiap aku membaca dan merenungklan kata-kata itu yang ada semangat yang berkobar-kobar akan menyala lagi utnuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
Agak terlambat memang untuk aku menyadari betapa pentingnya waktu, beberapa tahun kuliah di negeri orang membuatku banyak menghabiskan watku denagan hal-hal yang sia-sia, bahkan menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Dan parahnya aku salah satu pelopor untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, dalam hal ini aku tidak hanya tersesat tapi juga menyesatkan, karena sudah mengajak dan mempenagaruhi teman-teman untuk sama-sama melakukan kegiatan sia-sia yang sia-sia .
Berapa banayk waktu yang terbuang tanapa mengahsilkan suatu karya atau memperbaiki diri dengan belajar, membantu orang yang membutuhkan. Melakukan ibadah kepada Tuhan. Yang ada hanya tenggelam dalam dunia yang penuh dengan kesenangan semu yang membuat lupa diri. Kenyataan memang menunjukan demikian banyak sekali ketinggalan yang aku dapatkan sehingga ingin waktu diundur ke belakang tapi apa daya aku tak kuasa melakukannya.Pada saat ini Aku hanya bersyukur bisa mendapatkan kesadaran walaupun itu agak terlambat, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,pepatah klasik tapi masih berlaku buatku, itu lebih baik daripada tak pernah sadar hingga nyawa lepas dari jasad ini.
Kini aku berusaha memperbaiki diri, mengejar ketertinggalan yang sangat banyak, berusaha jadi lebih baik, bukannya ingin jadi teladan karena keberhasilan belum ada satu pun yang kuraih, hanya ingin berubah agar bisa memberi perbedaan bagi yang memandangku ternyata orang yang salah itu bisa juga berubah.
Ada beberapa kata-kata bijak yang selalu membuatku terngiang-ngiang ditelinga dan memberi getar-getar aneh dalam tubuh, sehingga membuat semangat ini tak mudah padam.
“ waktu jualah yang membedakan anatara orang sukses dan orang gagal. Bukankah Tuhan sama-sama memberikan waktu 24 jam dalam sehari? Namun mengapa ada manusia yang sukses dan ada manusia yang gagal? Jawabannya terletak pada bagaimna mereka memanfaatkan setiap wakktu yang ada”(anonim)
“Tak ada rahasia menggapai sukses. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan” (Gen Collin Powel)
Selain-selain kata-kata bijak di atas banyak hadist dan ayat al-Quran yang memberi inspirasi.Bahkan di dalam Al-Quran sangat dianjurkan untuk memanfaatkan waktu, Allah SWT Memperingati manusia dengan keras agar tak lalai dari berbuat kebaikan (amal saleh). Allah berfirman :
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS al-‘Ashr [103]: 1-3)
Manusia hanya bisa berusaha berhasil dan tidaknya Tuhanlah yang menetukan, seandainya keberhasilan itu tidak terjadi biarlah menjadi amal bagi kita. Jadi teringat kata-kata Mahatma gandhi
“Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki”.
Hemmm, semoga kita bisa meraih kemenangan-kemenangan yang hakiki itu, tapi tentunya dengan kesuksesan dan keberhasilan.
Diposting oleh faoezant di 02.37 0 komentar
Label: RENUNGAN
Jumat, 26 November 2010
Aplikasi e-health
Senin, 15 November 2010
Kemajuan bidang teknologi informasi saat ini, telah memberikan manfaat bagi setiap organisasi dalam mewujudkan tujuannya dalam era teknologi internet Penerapan teknologi informasi secara tepat mampu meningkatkan kinerja, efektifitas, dan efisensi bagi setiap organisasi yang mengimplementasikannya. Sebagai contoh: Instansi pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit dan Puskesmas sudah sewajarnya memanfaatkan Teknologi Informasi dalam menjalankan tugas sehari-harinya. Dengan semakin cerdasnya masyarakat Indonesia, tuntutan peningkatan kualitas pelayanan menjadi dambaan publik, implementasi teknologi informasi menjadi salah satu jalan untuk memenuhi tuntutan tersebut.
Aplikasi e-Health merupakan Sistem Informasi Kesehatan berbasis web dengan terkoneksi internet yang berfungsi sebagai media pelayanan dan informasi medis pasien serta merupakan media komunikasi, koordinasi dan kolaborasi antara puskesmas dan dinas kesehatan setempat serta pemerintah pusat..
Pada aplikasi e-health ini yaitu menggunakan teknologi smart card untuk mempermudah akses pelayanan pasien. Pada tahun 2009 Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika c.q. Direktorat e-Business mengembangkan Aplikasi e-Health dan mengimplementasikannya di 5 Puskesmas di Kabupaten Bantul, Yogyakarta yaitu Puskesmas Bantul I, Puskesmas Bantul II, Puskesmas Banguntapan I, Puskesmas Banguntapan II, dan Puskesmas Jetis I. Dan pada tahun 2010 ini dilaksanakan instalasi aplikasi e-health di 6 puskesmas lainnya di Kabupaten Bantul yaitu: Puskesmas Pandak II, Puskesmas Jetis II, Puskesmas Banguntapan II, Puskesmas Sewon II, Puskesmas Kasihan I dan Puskesmas Sedayu II. Pelatihan Aplikasi e-Health dilaksanakan pada tanggal 28-29 April 2010, bertempat di Hotel Brongto, Jl. Suryodiningratan No.26 Yogyakarta. Acara dibuka dengan Sambutan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Ibu Dr. Siti Noor Zaenab, M.Kes. yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Ibu Siti Noor Afifah, SE.
Dalam sambutannya Kepala Dinkes mengharapkan komitmen Kepala Puskesmas pada khususnya, dan semua peserta pelatihan untuk selalu menjalankan aplikasi e-Health ini secara baik dan optimal dan menumbuhkan motivasi petugas dalam implementasi e-Health untuk mendukung sistem informasi kesehatan di Puskesmas. Peserta pelatihan adalah dari pihak Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, serta Dinas Kesehatan Provinsi Jogjakarta dengan kriteria peserta yang diikutkan adalah mempunyai kemampuan dasar di bidang IT (Komputer), mempunyai kemampuan untuk mengembangkan (TOT) dan mempunyai komitmen tinggi dalam pelaksanaan e-Health kedepannya.
Dengan adanya Aplikasi e-health ini serta didukung oleh pemerintah pusat, semoga instansi kesehatan yang belum mengenal atau mengimplementasikannya dapat menggunakan aplikasi e-health ini sebagai sarana penunjang pemenuhan kebutuhan medis untuk kesehatan masyarakat Indonesia.
Sumber :
http://www.aptel.depkominfo.go.id/content/view/122/1/
Diposting oleh faoezant di 06.43 0 komentar
Label: ARTIKEL
Minggu, 21 November 2010
Ketika Mas Gagah Pergi
Oleh : Helvy Tiana Rosa
Mas gagah berubah! Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah!
Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Tehnik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja…ganteng !Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.
Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku.
Saat memasuki usia dewasa, kami jadi semakin dekat. Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda dengan teman-teman. Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelocon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater. Kadang kami mampir dan makan-makan dulu di restoran, atau bergembira ria di Dufan Ancol.
Tak ada yang tak menyukai Mas Gagah. Jangankan keluarga atau tetangga, nenek-kakek, orang tua dan adik kakak teman-temanku menyukai sosoknya.
"Kakak kamu itu keren, cute, macho dan humoris. Masih kosong nggak sih?"
"Git, gara-gara kamu bawa Mas Gagah ke rumah, sekarang orang rumahku suka membanding-bandingkan teman cowokku sama Mas Gagah lho! Gila, berabe kan?!"
"Gimana ya Git, agar Mas Gagah suka padaku?"
Dan banyak lagi lontaran-lontaran senada yang mampir ke kupingku. Aku Cuma mesem-mesem bangga.
Pernah kutanyakan pada Mas Gagah mengapa ia belum juga punya pacar. Apa jawabnya?
"Mas belum minat tuh! Kan lagi konsentrasi kuliah. Lagian kalau Mas pacaran…, banyak anggaran. Banyak juga yang patah hati! He..he..he…"Kata Mas Gagah pura-pura serius.
Mas Gagah dalam pandanganku adalah cowok ideal. Ia serba segalanya. Ia punya rancangan masa depan, tetapi tak takut menikmati hidup. Ia moderat tetapi tidak pernah meninggalkan shalat!
Itulah Mas Gagah!
Tetapi seperti yang telah kukatakan, entah mengapa beberapa bulan belakangan ini ia berubah! Drastis! Dan aku seolah tak mengenal dirinya lagi. Aku sedih. Aku kehilangan. Mas Gagah yang kubanggakan kini entah kemana…
"Mas Gagah! Mas! Mas Gagaaaaaahhh!" teriakku kesal sambil mengetuk pintu kamar Mas Gagah keras-keras. Tak ada jawaban. Padahal kata Mama, Mas Gagah ada di kamarnya. Kulihat stiker metalik di depan pintu kamar Mas Gagah. Tulisan berbahasa Arab gundul. Tak bisa kubaca. Tetapi aku bisa membaca artinya: Jangan masuk sebelum memberi salam!
"Assalaamu'alaikum!"seruku.
Pintu kamar terbuka dan kulihat senyum lembut Mas Gagah.
"Wa alaikummussalaam warohmatullahi wabarokatuh. Ada apa Gita? Kok teriak-teriak seperti itu?" tanyanya.
"Matiin kasetnya!"kataku sewot.
"Lho memangnya kenapa?"
"Gita kesel bin sebel dengerin kasetnya Mas Gagah! Memangnya kita orang Arab…, masangnya kok lagu-lagu Arab gitu!" aku cemberut.
"Ini Nasyid. Bukan sekedar nyanyian Arab tapi dzikir, Gita!"
"Bodo!"
"Lho, kamar ini kan daerah kekuasaannya Mas. Boleh Mas melakukan hal-hal yang Mas sukai dan Mas anggap baik di kamar sendiri," kata Mas Gagah sabar. "Kemarin waktu Mas pasang di ruang tamu, Gita ngambek.., Mama bingung. Jadinya ya dipasang di kamar."
"Tapi kuping Gita terganggu Mas! Lagi asyik dengerin kaset Air Supply yang baru…,eh tiba-tiba terdengar suara aneh dari kamar Mas!"
"Mas kan pasang kasetnya pelan-pelan…"
"Pokoknya kedengaran!"
"Ya, wis. Kalau begitu Mas ganti aja dengan nasyid yang bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Bagus lho!"
"Ndak, pokoknya Gita nggak mau denger!" Aku ngeloyor pergi sambil membanting pintu kamar Mas Gagah.
Heran. Aku benar-benar tak habis pikir mengapa selera musik Mas Gagah jadi begitu. Ke mana kaset-kaset Scorpion, Wham, Elton John, Queen, Eric Claptonnya?"
"Wah, ini nggak seperti itu Gita! Dengerin Scorpion atau Eric Clapton belum tentu mendatangkan manfaat, apalagi pahala. Lainlah ya dengan nasyid senandung islami. Gita mau denger? Ambil aja di kamar. Mas punya banyak kok!" begitu kata Mas Gagah.
Oala.
Sebenarnya perubahan Mas Gagah nggak Cuma itu. Banyak. Terlalu banyak malah! Meski aku cuma adik kecilnya yang baru kelas dua SMA, aku cukup jeli mengamati perubahan-perubahan itu. Walau bingung untuk mencernanya.
Di satu sisi kuakui Mas Gagah tambah alim. Shalat tepat waktu berjamaah di Mesjid, ngomongnya soal agama terus. Kalau aku iseng mengintip dari lubang kunci, ia pasti lagi ngaji atau membaca buku Islam. Dan kalau aku mampir ke kamarnya, ia dengan senang hati menguraikan isi buku yang dibacanya, atau malah menceramahiku. Ujung-ujungnya "Ayo dong Gita, lebih feminim. Kalau kamu mau pakai rok, Mas rela deh pecahin celengan buat beliin kamu rok atau baju panjang. Muslimah kan harus anggun. Coba adik manis, ngapain sih rambut ditrondolin begitu!"
Uh. Padahal dulu Mas Gagah oke-oke saja melihat penampilanku yang tomboy. Dia tahu aku cuma punya dua rok! Ya rok seragam sekolah itu saja! Mas Gagah juga tidak pernah keberatan kalau aku meminjam baju kaos atau kemejanya. Ia sendiri dulu selalu memanggilku Gito, bukan Gita! Eh sekarang pakai panggil adik manis segala!
Hal lain yang nyebelin, penampilan Mas Gagah jadi aneh. Sering juga Mama menegurnya.
"Penampilanmu kok sekarang lain Gah?"
"Lain gimana Ma?"
"Ya nggak semodis dulu. Nggak dendy lagi. Biasanya kamu kan paling sibuk sama penampilan kamu yang kayak cover boy itu…"
Mas Gagah cuma senyum. "Suka begini Ma. Bersih, rapi meski sederhana. Kelihatannya juga lebih santun."
Ya, dalam pandanganku Mas Gagah kelihatan menjadi lebih kuno, dengan kemeja lengan panjang atau baju koko yang dipadu dengan celana panjang semi baggy-nya. "Jadi mirip Pak Gino." Komentarku menyamakannya dengan supir kami. "Untung aja masih lebih ganteng."
Mas Gagah cuma tertawa. Mengacak-acak rambutku dan berlalu. Mas Gagah lebih pendiam? Itu juga kurasakan. Sekarang Mas Gagah nggak kocak seperti dulu. Kayaknya dia juga males banget ngobrol lama dan bercanda sama perempuan. Teman-temanku bertanya-tanya. Thera, peragawati sebelah rumah kebingungan.
Dan..yang paling gawat, Mas Gagah emoh salaman sama perempuan! Kupikir apa sih maunya Mas Gagah?"
"Sok kece banget sih Mas? Masak nggak mau jabatan tangan sama Tresye? Dia tuh cewek paling beken di sanggar Gita tahu?" tegurku suatu hari. "Jangan gitu dong. Sama aja nggak menghargai orang!"
"Justru karena Mas menghargai dia, makanya Mas begitu," dalihnya, lagi-lagi dengan nada yang amat sabar. "Gita lihat kan gaya orang Sunda salaman? Santun tetapi nggak sentuhan. Itu yang lebih benar!"
Huh, nggak mau salaman. Ngomong nunduk melulu…, sekarang bawa-bawa orang Sunda. Apa hubungannya?"
Mas Gagah membuka sebuah buku dan menyorongkannya kepadaku."Baca!"
Kubaca keras-keras. "Dari Aisyah ra. Demi Allah, demi Allah, demi Allah, Rasulullah Saw tidak pernah berjabatan tangan dengan wanita kecuali dengan mahromnya. Hadits Bukhori Muslim."
Mas Gagah tersenyum.
"Tapi Kyai Anwar mau salaman sama Mama. Haji Kari, Haji Toto, Ustadz Ali…," kataku.
"Bukankah Rasulullah qudwatun hasanah? Teladan terbaik?" Kata Mas Gagah sambil mengusap kepalaku. "Coba untuk mengerti ya dik manis?"
Dik manis? Coba untuk mengerti? Huh! Dan seperti biasa aku ngeloyor pergi dari kamar Mas Gagah dengan mangkel.
Menurutku Mas Gagah terlalu fanatik. Aku jadi khawatir, apa dia lagi nuntut ilmu putih? Ah, aku juga takut kalau dia terbawa orang-orang sok agamis tapi ngawur. Namun akhirnya aku tidak berani menduga demikian. Mas Gagah orangnya cerdas sekali. Jenius "Sok kece banget sih Mas? Masak nggak mau jabatan tangan sama Tresye? Dia tuh cewek paling beken di sanggar Gita tahu?" tegurku suatu hari. "Jangan gitu dong. Sama aja nggak menghargai orang!"
"Justru karena Mas menghargai dia, makanya Mas begitu," dalihnya, lagi-lagi dengan nada yang amat sabar. "Gita lihat kan gaya orang Sunda salaman? Santun tetapi nggak sentuhan. Itu yang lebih benar!"
Huh, nggak mau salaman. Ngomong nunduk melulu…, sekarang bawa-bawa orang Sunda. Apa hubungannya?"
Mas Gagah membuka sebuah buku dan menyorongkannya kepadaku."Baca!"
Kubaca keras-keras. "Dari Aisyah ra. Demi Allah, demi Allah, demi Allah, Rasulullah Saw tidak pernah berjabatan tangan dengan wanita kecuali dengan mahromnya. Hadits Bukhori Muslim."
Mas Gagah tersenyum.
"Tapi Kyai Anwar mau salaman sama Mama. Haji Kari, Haji Toto, Ustadz Ali…," kataku.
"Bukankah Rasulullah qudwatun hasanah? Teladan terbaik?" Kata Mas Gagah sambil mengusap kepalaku. "Coba untuk mengerti ya dik manis?"
Dik manis? Coba untuk mengerti? Huh! Dan seperti biasa aku ngeloyor pergi dari kamar Mas Gagah dengan mangkel.
Menurutku Mas Gagah terlalu fanatik. Aku jadi khawatir, apa dia lagi nuntut ilmu putih? Ah, aku juga takut kalau dia terbawa orang-orang sok agamis tapi ngawur. Namun akhirnya aku tidak berani menduga demikian. Mas Gagah orangnya cerdas sekali. Jenius malah. Umurnya baru dua puluh satu tahun tetapi sudah tingkat empat di FT-UI. Dan aku yakin mata batinnya jernih dan tajam. Hanya…yaaa akhir-akhir ini dia berubah. Itu saja. Kutarik napas dalam-dalam.
"Mau kemana Gita?"
"Nonton sama temen-temen." Kataku sambil mengenakan sepatu."Habis Mas Gagah kalau diajak nonton sekarang kebanyakan nolaknya."
"Ikut Mas aja yuk!"
"Ke mana? Ke tempat yang waktu itu lagi? Ogah. Gita kayak orang bego di sana!"
Aku masih ingat jelas. Beberapa waktu lalu Mas Gagah mengajak aku ke rumah temannya. Ada pengajian. Terus pernah juga aku diajak menghadiri tablig akbar di suatu tempat. Bayangin, berapa kali aku diliatin sama cewek lain yang kebanyakan berjilbab itu. Pasalnya aku ke sana dengan memakai kemeja lengan pendek, jeans belel dan ransel kumalku. Belum lagi rambut trondol yang tidak bisa disembunyiin. Sebenarnya Mas Gagah menyuruhku memakai baju panjang dan kerudung yang biasa Mama pakai ngaji. Aku nolak sambil ngancam nggak mau ikut.
"Assalamualaikum!" terdengar suara beberapa lelaki.
Mas Gagah menjawab salam itu. Tak lama kulihat Mas Gagah dan teman-temannya di ruang tamu. Aku sudah hafal dengan teman-teman Mas Gagah. Masuk, lewat, nunduk-nunduk, nggak ngelirik aku…, persis kelakuannya Mas Gagah.
"Lewat aja nih, Gita nggak dikenalin?"tanyaku iseng.
Dulu nggak ada teman Mas Gagah yang tak akrab denganku. Tapi sekarang, Mas Gagah bahkan nggak memperkenalkan mereka padaku. Padahal teman-temannya lumayan handsome.
Mas Gagah menempelkan telunjuknya di bibir. "Ssssttt."
Seperti biasa aku bisa menebak kegiatan mereka. Pasti ngomongin soal-soal keislaman, diskusi, belajar baca Quran atau bahasa Arab… yaa begitu deh!
"Subhanallah, berarti kakak kamu ihkwan dong!" Seru Tika setengah histeris mendengar ceritaku. Teman akrabku ini memang sudah hampir sebulan berjilbab rapi. Memusiumkan semua jeans dan baju-baju you can see-nya.
"Ikhwan?' ulangku. "Makanan apaan tuh? Saudaranya bakwan atau tekwan?" Suaraku yang keras membuat beberapa makhluk di kantin sekolah melirik kami.
"Husy, untuk laki-laki ikhwan dan untuk perempuan akhwat. Artinya saudara. Biasa dipakai untuk menyapa saudara seiman kita." Ujar Tika sambil menghirup es kelapa mudanya. "Kamu tahu Hendra atau Isa kan? Aktivis Rohis kita itu contoh ikhwan paling nyata di sekolah ini."
Aku manggut-manggut. Lagak Isa dan Hendra memang mirip Mas Gagah.
"Udah deh Git. Nggak usah bingung. Banyak baca buku Islam. Ngaji. Insya Allah kamu akan tahu menyeluruh tentang agama kita ini. Orang-orang seperti Hendra, Isa atau Mas Gagah bukanlah orang-orang yang error. Mereka hanya berusaha mengamalkan Islam dengan baik dan benar. Kitanya aja yang belum ngerti dan sering salah paham."
Aku diam. Kulihat kesungguhan di wajah bening Tika, sobat dekatku yang dulu tukang ngocol ini. Tiba-tiba di mataku ia menjelma begitu dewasa.
"Eh kapan kamu main ke rumahku? Mama udah kangen tuh! Aku ingin kita tetap dekat Gita…mesti kita mempunyai pandangan yang berbeda, " ujar Tika tiba-tiba.
"Tik, aku kehilangan kamu. Aku juga kehilangan Mas Gagah…" kataku jujur. "Selama ini aku pura-pura cuek tak peduli. Aku sedih…"
Tika menepuk pundakku. Jilbab putihnya bergerak ditiup angin." Aku senang kamu mau membicarakan hal ini denganku. Nginap di rumah, yuk, biar kita bisa cerita banyak. Sekalian kukenalkan dengan Mbak Ana.
"Mbak Ana?"
"Sepupuku yang kuliah di Amerika! Lucu deh, pulang dari Amerika malah pakai jilbab. Ajaib. Itulah hidayah.
"Hidayah."
"Nginap ya. Kita ngobrol sampai malam dengan Mbak Ana!"
"Assalaamualaikum, Mas ikhwan.. eh Mas Gagah!" tegurku ramah.
'Eh adik Mas Gagah! Dari mana aja? Bubar sekolah bukannya langsung pulang!" Kata Mas Gagah pura-pura marah, usai menjawab salamku.
"Dari rumah Tika, teman sekolah, "jawabku pendek. "Lagi ngapain, Mas?"tanyaku sambil mengitari kamarnya. Kuamati beberapa poster, kaligrafi, gambar-gambar pejuang Palestina, Kashmir dan Bosnia. Puisi-puisi sufistik yang tertempel rapi di dinding kamar. Lalu dua rak koleksi buku keislaman…
"Cuma lagi baca!"
"Buku apa?"
"Tumben kamu pingin tahu?"
"Tunjukkin dong, Mas…buku apa sih?"desakku.
"Eiit…eiitt Mas Gagah berusaha menyembunyikan bukunya.
Kugelitik kakinya. Dia tertawa dan menyerah. "Nih!"serunya memperlihatkan buku yang tengah dibacanya dengan wajah yang setengah memerah.
"Naah yaaaa!"aku tertawa. Mas Gagah juga. Akhirnya kami bersama-sama membaca buku "Memilih Jodoh dan Tata Cara Meminang dalam Islam" itu.
"Maaas…"
"Apa Dik Manis?"
"Gita akhwat bukan sih?"
"Memangnya kenapa?"
"Gita akhwat atau bukan? Ayo jawab…" tanyaku manja.
Mas Gagah tertawa. Sore itu dengan sabar dan panjang lebar, ia berbicara padaku. Tentang Allah, Rasulullah. Tentang ajaran Islam yang diabaikan dan tak dipahami umatnya. Tentang kaum Muslimin di dunia yang selalu menjadi sasaran fitnah serta pembantaian dan tentang hal-hal-lainnya. Dan untuk pertamakalinya setelah sekian lama, aku kembali menemukan Mas Gagahku yang dulu.
Mas Gagah dengan semangat terus bicara. Terkadang ia tersenyum, sesaat sambil menitikan air mata. Hal yang tak pernah kulihat sebelumnya.
"Mas kok nangis?"
"Mas sedih karena Allah, Rasul dan Islam kini sering dianggap remeh. Sedih karena umat banyak meninggalkan Quran dan sunnah, juga berpecah belah. Sedih karena saat Mas bersenang-senang dan bisa beribadah dengan tenang, saudara-saudara seiman di belahan bumi lainnya sedang digorok lehernya, mengais-ngais makanan di jalan dan tidur beratap langit."
Sesaat kami terdiam. Ah Mas Gagah yang gagah dan tegar ini ternyata sangat perasa. Sangat peduli…
"Kok tumben Gita mau dengerin Mas ngomong?" Tanya Mas Gagah tiba-tiba.
"Gita capek marahan sama Mas Gagah!" ujarku sekenanya.
"Memangnya Gita ngerti yang Mas katakan?"
"Tenang aja. Gita ngerti kok!" kataku jujur. Ya, Mbak Ana juga pernah menerangkan demikian. Aku ngerti deh meskipun tidak begitu mendalam.
Malam itu aku tidur ditemani buku-buku milik Mas Gagah. Kayaknya aku dapat hidayah.
Hari-hari berlalu. Aku dan Mas Gagah mulai dekat lagi seperti dulu. Meski aktifitas yang kami lakukan bersama kini berbeda dengan yang dulu. Kini tiap Minggu kami ke Sunda Kelapa atau Wali Songo, mendengarkan ceramah umum, atau ke tempat-tempat di mana tablig akbar digelar. Kadang cuma aku dan Mas Gagah. Kadang-kadang, bila sedikit terpaksa, Mama dan Papa juga ikut.
"Apa nggak bosan, Pa…tiap Minggu rutin mengunjungi relasi ini itu. Kebutuhan rohaninya kapan?" tegurku.
Biasanya Papa hanya mencubit pipiku sambil menyahut, "Iya deh, iya!"
Pernah juga Mas Gagah mengajakku ke acara pernikahan temannya. Aku sempat bingung, soalnya pengantinnya nggak bersanding tetapi terpisah. Tempat acaranya juga begitu. Dipisah antara lelaki dan perempuan. Terus bersama souvenir, para tamu juga diberi risalah nikah. Di sana ada dalil-dalil mengapa walimah mereka dilaksanakan seperti itu. Dalam perjalanan pulang, baru Mas Gagah memberi tahu bagaimana hakikat acara pernikahan dalam Islam. Acara itu tidak boleh menjadi ajang kemaksiatan dan kemubaziran. Harus Islami dan semacamnya. Ia juga mewanti-wanti agar aku tidak mengulangi ulah mengintip tempat cowok dari tempat cewek.
Aku nyengir kuda.
Tampaknya Mas Gagah mulai senang pergi denganku, soalnya aku mulai bisa diatur. Pakai baju yang sopan, pakai rok panjang, ketawa nggak cekakaan.
"Nyoba pakai jilbab. Git!" pinta Mas Gagah suatu ketika.
"Lho, rambut Gita kan udah nggak trondol. Lagian belum mau deh jreng.
Mas Gagah tersenyum. "Gita lebih anggun jika pakai jilbab dan lebih dicintai Allah kayak Mama."
Memang sudah beberapa hari ini Mama berjilbab, gara-garanya dinasihati terus sama Mas Gagah, dibeliin buku-buku tentang wanita, juga dikomporin oleh teman-teman pengajian beliau.
"Gita mau tapi nggak sekarang," kataku. Aku memikirkan bagaimana dengan seabreg aktivitasku, prospek masa depan dan semacamnya.
"Itu bukan halangan." Ujar Mas Gagah seolah mengerti jalan pikiranku.
Aku menggelengkan kepala. Heran, Mama yang wanita karier itu cepat sekali terpengaruh dengan Mas Gagah.
"Ini hidayah, Gita." Kata Mama. Papa yang duduk di samping beliau senyum-senyum.
"Hidayah? Perasaan Gita duluan yang dapat hidayah, baru Mama. Gita pakai rok aja udah hidayah.
"Lho! " Mas Gagah bengong.
Dengan penuh kebanggaan kutatap lekat wajah Mas Gagah. Gimana nggak bangga? Dalam acara studi tentang Islam yang diadakan FTUI untuk umum ini, Mas Gagah menjadi salah satu pembicaranya. Aku yang berada di antara ratusan peserta rasanya ingin berteriak, "Hei itu kan Mas Gagah-ku!"
Mas Gagah tampil tenang. Gaya penyampaiannya bagus, materi yang dibawakannya menarik dan retorikanya luar biasa. Semua hening mendengar ia bicara. Aku juga. Mas Gagah fasih mengeluarkan ayat-ayat Quran dan hadits. Menjawab semua pertanyaan dengan baik dan tuntas. Aku sempat bingung, "Lho Mas Gagah kok bisa sih?" Bahkan materi yang disampaikannya jauh lebih bagus daripada yang dibawakan oleh kyai-kyai kondang atau ustadz tenar yang biasa kudengar.
Pada kesempatan itu Mas Gagah berbicara tentang Muslimah masa kini dan tantangannya dalam era globalisasi. "Betapa Islam yang jelas-jelas mengangkat harkat dan martabat wanita, dituduh mengekang wanita hanya karena mensyariatkan jilbab. Jilbab sebagai busana takwa, sebagai identitas Muslimah, diragukan bahkan oleh para muslimah kita, oleh orang Islam itu sendiri, " kata Mas Gagah.
Mas Gagah terus bicara. Kini tiap katanya kucatat di hati.
Lusa ulang tahunku. Dan hari ini sepulang sekolah, aku mampir ke rumah Tika. Minta diajarkan cara memakai jilbab yang rapi. Tuh anak sempat histeris juga. Mbak Ana senang dan berulang kali mengucap hamdallah.
Aku mau kasih kejutan kepada Mas Gagah. Mama bisa dikompakin. Nanti sore aku akan mengejutkan Mas Gagah. Aku akan datang ke kamarnya memakai jilbab putihku. Kemudian mengajaknya jalan-jalan untuk persiapkan tasyakuran ulang tahun ketujuh belasku.
Kubayangkan ia akan terkejut gembira. Memelukku. Apalagi aku ingin Mas Gagah yang memberi ceramah pada acara syukuran yang insya Allah akan mengundang teman-teman dan anak-anak yatim piatu dekat rumah kami.
"Mas ikhwan! Mas Gagah! Maasss! Assalaamualaikum! Kuketuk pintu Mas Gagah dengan riang.
"Mas Gagah belum pulang. "
kata Mama.
"Yaaaaa, kemana sih, Ma??" keluhku.
"Kan diundang ceramah di Bogor. Katanya langsung berangkat dari kampus…"
"Jangan-jangan nginep, Ma. Biasanya malam Minggu kan suka nginep di rumah temannya, atau di Mesjid. "
"Insya Allah nggak. Kan Mas Gagah ingat ada janji sama Gita hari ini." Hibur Mama menepis gelisahku.
Kugaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. Entah mengapa aku kangen sekali sama Mas Gagah.
"Eh, jilbab Gita mencong-mencong tuh!" Mama tertawa.
Tanganku sibuk merapikan jilbab yang kupakai. Tersenyum pada Mama.
Sudah lepas Isya' Mas Gagah belum pulang juga.
"Mungkin dalam perjalanan. Bogor kan lumayan jauh.." hibur Mama lagi.
Tetapi detik demi detik menit demi menit berlalu sampai jam sepuluh malam, Mas Gagah belum pulang juga.
"Nginap barangkali, Ma." Duga Papa.
Mama menggeleng. "Kalau mau nginap Gagah selalu bilang, Pa."
Aku menghela napas panjang. Menguap. Ngantuk. Jilbab putih itu belum juga kulepaskan. Aku berharap Mas Gagah segera pulang dan melihatku memakainya.
"Kriiiinggg!" telpon berdering.
Papa mengangkat telpon,"Hallo. Ya betul. Apa? Gagah?"
"Ada apa, Pa." Tanya Mama cemas.
"Gagah…kecelakaan…Rumah Sakit Islam…" suara Papa lemah.
"Mas Gagaaaaahhhh!!!" Air mataku tumpah. Tubuhku lemas.
Tak lama kami sudah dalam perjalanan menuju Cempaka Putih. Aku dan Mama menangis berangkulan. Jilbab kami basah.
Dari luar kamar kaca, kulihat tubuh Mas Gagah terbaring lemah. Kaki, tangan dan kepalanya penuh perban. Informasi yang kudengar sebuah truk menghantam mobil yang dikendarai Mas Gagah. Dua teman Mas Gagah tewas seketika sedang Mas Gagah kritis.
Dokter melarang kami masuk ke dalam ruangan.
" Tetapi saya Gita adiknya, Dok! Mas Gagah pasti mau melihat saya pakai jilbab ini." Kataku emosi pada dokter dan suster di depanku.
Mama dengan lebih tenang merangkulku. "Sabar sayang, sabar."
Di pojok ruangan Papa dengan serius berbicara dengan dokter yang khusus menangani Mas Gagah. Wajah mereka suram.
"Suster, Mas Gagah akan hidup terus kan, suster? Dokter? Ma?" tanyaku. "Papa, Mas Gagah bisa ceramah pada acara syukuran Gita kan?" Air mataku terus mengalir.
Tapi tak ada yang menjawab pertanyaanku kecuali kebisuan dinding-dinding putih rumah sakit. Dan dari kaca kamar, tubuh yang biasanya gagah dan enerjik itu bahkan tak bergerak.
"Mas Gagah, sembuh ya, Mas…Mas..Gagah, Gita udah menjadi adik Mas yang manis. Mas..Gagah…" bisikku.
Tiga jam kemudian kami masih berada di rumah sakit. Sekitar ruang ICU kini telah sepi. Tinggal kami dan seorang bapak paruh baya yang menunggui anaknya yang juga dalam kondisi kritis. Aku berdoa dan terus berdoa. Ya Allah, selamatkan Mas Gagah…Gita, Mama, Papa butuh Mas Gagah…umat juga."
Tak lama Dokter Joko yang menangani Mas Gagah menghampiri kami. "Ia sudah sadar dan memanggil nama Papa, Mama dan Gi.."
"Gita…" suaraku serak menahan tangis.
Pergunakan waktu yang ada untuk mendampinginya sesuai permintaannya. Sukar baginya untuk bertahan. Maafkan saya…lukanya terlalu parah." Perkataan terakhir dokter Joko mengguncang perasaan, menghempaskan harapanku!.
"Mas…ini Gita Mas.." sapaku berbisik.
Tubuh Mas Gagah bergerak sedikit. Bibirnya seolah ingin mengucapkan sesuatu.
Kudekatkan wajahku kepadanya. "Gita sudah pakai jilbab, kataku lirih. Ujung jilbabku yang basah kusentuhkan pada tangannya."
Tubuh Mas Gagah bergerak lagi.
"Dzikir…Mas." Suaraku bergetar. Kupandang lekat-lekat tubuh Mas Gagah yang separuhnya memakai perban. Wajah itu begitu tenang.
"Gi..ta…"
Kudengar suara Mas Gagah! Ya Allah, pelan sekali.
"Gita di sini, Mas…"
Perlahan kelopak matanya terbuka.
"Aku tersenyum."Gita…udah pakai…jilbab…" kutahan isakku.
Memandangku lembut Mas Gagah tersenyum. Bibirnya seolah mengucapkan sesuatu seperti hamdallah.
"Jangan ngomong apa-apa dulu, Mas…" ujarku pelan ketika kulihat ia berusaha lagi untuk mengatakan sesuatu.
Mama dan Papa memberi isyarat untuk gantian. Ruang ICU memang tidak bisa dimasuki beramai-ramai. Dengan sedih aku keluar. Ya Allah…sesaat kulihat Mas Gagah tersenyum. Tulus sekali. Tak lama aku bisa menemui Mas Gagah lagi. Dokter mengatakan tampaknya Mas Gagah menginginkan kami semua berkumpul.
Kian lama kurasakan tubuh Mas gagah semakin pucat, tetapi sebentar-sebentar masih tampak bergerak. Tampaknya ia masih bisa mendengar apa yang kami katakan, meski hanya bisa membalasnya dengan senyuman dan isyarat mata.
Kuusap setitik lagi air mata yang jatuh. "Sebut nama Allah banyak-banyak…Mas," kataku sambil menggenggam tangannya. Aku sudah pasrah pada Allah. Aku sangat menginginkan Mas Gagah terus hidup, tetapi sebagai insan beriman sebagaimana yang juga diajarkan Mas Gagah, aku pasrah pada ketentuan Allah. Allah tentu tahu apa yang terbaik bagi Mas Gagah.
"Laa…ilaaha…illa..llah…Muham…mad Ra..sul …Allah… suara Mas Gagah pelan, namun tak terlalu pelan untuk bisa kami dengar.
Mas Gagah telah kembali kepada Allah. Tenang sekali. Seulas senyum menghiasi wajahnya. Aku memeluk tubuh yang terbujur kaku dan dingin itu kuat-kuat. Mama dan Papa juga. Isak kami bersahutan walau kami rela dia pergi. Selamat jalan Mas Gagah.
Epilog:
Buat ukhti manis Gita Ayu Pratiwi, Semoga memperoleh umur yang berkah,
Dan jadilah muslimah sejati
Agar Allah selalu besertamu.
Sun sayang,
Mas Ikhwan, eh Mas Gagah!
Kubaca berulang kali kartu ucapan Mas Gagah. Keharuan memenuhi rongga-rongga dadaku. Gamis dan jilbab hijau muda, manis sekali. Akh, ternyata Mas Gagah telah mempersiapkan kado untuk hari ulang tahunku. Aku tersenyum miris.
Kupandangi kamar Mas Gagah yang kini lengang. Aku rindu panggilan dik manis, aku rindu suara nasyid. Rindu diskusi-diskusi di kamar ini. Rindu suara merdu Mas Gagah melantunkan kalam Illahi yang selamanya tiada kan kudengar lagi. Hanya wajah para mujahid di dinding kamar yang menatapku. Puisi-puisi sufistik yang seolah bergema d iruangan ini.
Setitik air mataku jatuh lagi.
"Mas, Gita akhwat bukan sih?"
"Ya, insya Allah akhwat!"
"Yang bener?"
"Iya, dik manis!"
"Kalau ikhwan itu harus ada janggutnya, ya?!"
"Kok nanya gitu sih?"
"Lha, Mas Gagah kan ada janggutnya?"
"Ganteng kan?"
"Uuuuu! Eh, Mas, kita kudu jihad ya?" Jihad itu apa sih?"
"Ya always dong, jihad itu…"
Setetes, dua tetes air mataku kian menganak sungai. Kumatikan lampu. Kututup pintu kamarnya pelan-pelan. Selamat jalan Mas Ikhwan!Selamat jalan Mas Gagah!
Diposting oleh faoezant di 23.28 0 komentar
Label: CERPEN
BERSYUKUR
oleh : Fauzan Syahid
SYUKURI APA YANG ADA, HIDUP ADALAH MISTERI...
sepenggal lagu diatas mempunyai makna yang dalam bila direnungkan...
terkadang rasa syukur sulit untuk kita lakukan padahal nikmat dan karunia Tuhan kepada kita sangatlah banyak,ibarat air laut bila dijadikan tinta untuk menulis nikmat Tuhan dia tidak akan pernah cukup saking banyaknya nikmat itu.
hidup ini adalah misteri karena tak ada orang yang bisa memastikan sesuatu hal di masa yang akan datang walaupun untuk memastikan kejadian-keajdian hari esok dengan tepat,karena Tuhanlah yang akan menentukan semua,sebagai manusia kita hanya bisa merencanakan dengan baik.
terkadang hidup kita dibawah tetapi kedepan bukan hal yang mustahil kita bisa berada diatas ibarat roda dia selalu berputar,hanya saja putaran itu terasa lambat dirasakan saat kita berada dibaawah kita harus sabar menunggu dan selalu bersyukur dengan nikmat yang telah kita dapat saat ini....
ada beberapa hal yang membuat kita menajdi makhluk yang tidak bersyukur.
hal pertama
kita selalu dibutakan dengan hal-hal yang ingin kita dapatkan.ketika hal itu tidak tercapai kita menajdi enggan bersyukur karena Tuhan tidak memenuhi permintaan kita...
kadang-kadang kita tidak merasa puas dengan apa yang kita dapatkan saat ini,padahal mungkin saat ini kita sudah memiliki kendaraan,rumah yang nyaman,pasangan yang setia,keluaraga yang perhatian.tetapi semua itu masih terasa kurang.kita selalu terobsesi dengan hasrat untuk memiliki sesuatu yang lebih dari apa yang kita dapatkan.pikiran kita sudah diracuni oleh obsesi2 ini,kita selalu merasa kurang dan kurang. memang kita harus mempunyai impian atau obsesi untuk memiliki sesuatu yang kita impikan,ini berarti kita tidak tinggal diam untuk maju kedepan,kita harus memiliki harapan karena harapan adalah tujuan kita melangkah ke depan.tapi hal ini terkadang menjadi benturan antara impian dan rasa syukur,sesuatu yang membuat kita lupa bersyukur,karena kita selalu merasa kurang karena keinginan yang tidak terpenuhi.
hal kedua
kita selalu membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain,kita selalu merasa kurang puas bila melihat orang lain melebihi apa yang kita miliki,kita merasa kurang dan kurang,merasa Tuhan itu tak adil dalam kehidupan ini,padahal tanpa sadar kita sudah berprasangka buruk dengan Tuhan,naudzubillah minzalik.ketahuilah kawan kemana pun kita berjalan kita akan selalu menemukan orang yang lebih dari kita, lebih kaya, lebih keren, lebih tampan, lebih cantik, lebih pintar...hal ini janganlah membuat hati kita menjadi resah dan gelisah karena tak bisa melebihi orang itu.
kita sebaiknya jangan hanya memandang keatas tapi cobalah kita memandang kebawah masih bayak kog orang disekitar kita yang tidak sebruntung kita.masih banyak orang yang hidup dengan kesusahan makan sekali puasa 2 hari, mungkin dengan melihat kondisi ini kita dapat merasakan beruntungnya kita masih diberi nikmat oleh Tuhan..
memang akan selalu mudah untuk bersyukur dengan hal-hal yang baik untuk itulah kita selalu berpikiran positf tentang semua yang terjadi.dengan bersyukur kita selalu damai, tenang, tentram dan jauh dari sifat-sifat hati yang busuk.
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit yang kau hadapi ...
karena di masa itulah kamu tumbuh dan menjadi kuat ...
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...
Karena hal itu memberimu kesempatan untuk berkembang dan belajar...
Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...
Karena itu akan membangun kepribadian dan karaktermu ...
Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...
Itu akan mengajarkan pelajaran-pelajaran hidup yang berharga.
terkadang aku tak mendapatkan apa yang aku sukai,
oleh karena itu aku selalu menyukai apa yang aku dapatkan...
Diposting oleh faoezant di 22.21 0 komentar
Label: RENUNGAN
PERAN MAHASISWA SEBAGAI PENERUS BANGSA
oleh Mohammad Fauzan Syahid
Penduduk Indonesia adalah negara yang berpendidikan dan berkebudayaan, untuk itu negara sangat respek dengan kedua hal ini. Dibidang pendidikan pemerintah menargetkan agar setiap warga negara yang berumur dibawah 15 tahun untuk mengikuti program wajib belajar 9 tahun yang digalakkan sejak pemerintah orde baru silam. Kenyataan d lapangan masih banyak anak-anak yang berumur 6 – 15 tahun yang mudah kita temui di luar jam sekolah ada yang sedang mengamen, mengemis, jadi lopper koran, berdagang di kaki lima dan lain-lain. Potret semacam ini sudah menjadi hal yang lumrah di kota-kota besar Indonesia. Generasi penerus bangsa yang sudah “rusak” di usia dini ini, banyak menimbulkan persoalan, salah satunya adalah kualitas intelektual warga negara kita yang menjadi lamban perubahannya. Untuk itu perlu perhatian yang sangat serius .lagi di pemerintah oleh dinas “ terkaitnya untuk menangani masalah yang urgen ini guna mencapai salah satu tujuan bangsa Indonesia yang sangat mulia yang tertuang dan pembukaan UUD 1945 “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Kesempatan untuk memperoleh pendidikan sudah diberikan oleh pemerintah kepada setiap warga negara tanpa membedakan jenis kelamin, agama, suku, ras, latar belakang sosialnya. Pendidikan yang tersedia serta dapat diperoleh oleh setiap orang dalam jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah, salah satu pendidikan sekolah adalah perguruan tinggi pendidikan tinggi diselenggarakan untuk menyiapkan mahasiswa untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademi untuk dapat menerapkan, mengembangkan atau menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Masyarakat Indonesia sedang mengalami perubahan yang sangat pesat, tapi dibidang pendidikan Indonesia masih tertinggal oleh dua negara tetangga kita Malaysia dan Singapura padahal konon ITB pernah menjadi perguruan tinggi terbaik di Asia Tenggara. Di Malaysia pemerintahnya memberikan peluang sebesar-besarnya kepada warga negara untuk mengenyam bangku kuliah dengan cara meminimalisasi biaya kuliah serendah mungkin bahkan sampai ada yang gratis dan melaksanakan program beasiswa hingga program pasca sarjana ke negara lain yang mutu pendidikannya lebih tinggi. Pemerintah Malaysia mengirim mahasiswanya ke berbagai negara setelah itu menarik kembali untuk membangun pendidikan Malaysia dengan mengadopsi sistem pendidikan di tempat-tempat kuliahnya tersebut. Walhasil pendidikan Malaysia lebih maju dibanding kita.
Hampir seluruh negara di dunia membuat program pendidikannya minimum 20% dari APBNnya setiap tahun, begitu pula dengan Indonesia. Tapi hal ini mustahil akan sampai semua ke mereka yang wajib menerimanya karena korupsi di Indonesia sudah menjadi budaya yang mengakar kuat. Dana tersebut akan sampai dengan persentase yang jauh dari aslinya. Hal ini sangat berakibat buruk bagi perkembangan pendidikan di negara ini.
Tidak semua warga negara kita dapat menikmati pendidikan di PT. sebagai mahasiswa kita seharusnya merasa bersyukur dan tidak menyia-nyiakan hal ini karena masih banyak orang yang seusia kita yang tidak sempat mengenyam pendidikan sebagai mahasiswa karena kondisi ekonomi yang tidak memadai. Tentu saja dengan keadaan itu dia tidak dapat dengan mudah bersaing di era globalisasi ini, walaupun ada sebagian orang yang berhasil membangun usaha sendiri dengan sangat maju walaupun hanya mengenyam pendidikan sampai bangku SD saja. Belum lagi mahalnya biaya pendidikan .di PT negeri dan swasta yang bergengsi, mahasiswa harusnya sadar betul betapa besar harapan orang tua untuk kehidupan anak-anaknya kelak. Banyak sekali mahasiswa yang kurang menyadari hal ini dengan mengikuti kuliah saja ada waktu, lulus dengan nilai yang biasa saja dan membawa ilmu apa adanya.
Mahasiswa sebagai penerus bangsa harus mempersiapkan diri sebaik dan sedini mungkin dengan belajar yang giat dan penuh prestasi di era globalisasi persaingan sangat ketat banyak tenaga luar yang memiliki skill yang lebih dari kita masuk ke Indonesia. Sehingga orang-orang Indonesia sendiri jadi tidak terpakai atau hanya menjadi bawahan dari mereka. Sebagian besar perusahaan BUMN baik migas dan non migas staff tenaga ahli harus menjadi tuan di negara kita sendiri untuk itu kita harus menempa diri sebaik-baiknya dengan memperkaya ilmu pengetahuan, memperluas wawasan dan membangun IMTAK yang kuat. Negara ini memiliki begitu masalah kompleks dan kronis di perlukan manusia-manusia dengan mental yang tangguh, ide-ide yang kreatif, hati yang bijak dan jujur.
Diposting oleh faoezant di 22.15 0 komentar