Pengantar
Saat ini internet mengalami kemajuan pesat, hanya saja kemajuan ini tidak diimbangi dengan filter yang ampuh. Padahal dampak negatif yang ditimbulkan dari kemajuan teknologi bisa saja terjadi. Contoh kasus di masyarakat saat ini sudah tak terhitung lagi, yang paling sering adalah tindakan kriminalitas seperti pencurian data, pemalsuan email, perampokan saldo rekening bank dan lain-lain.
Untuk itu dperlukan beberapa cara untuk mengantisipasinya. Salah satu yang populer adalah dengan memasang security yang berlapis-lapis. Agar tidak mudah terserang dari tindakan kriminal di dunia maya. Salah satu prosedur yang harus diikuti adalah IT Forensik, dengan melakukan prosedur-prosedur di dalamnya dapat meminimalisir tingkat kejahatan di dunia cyber.
Definisi IT Forensik
Yaitu penggunaan sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem komputer dengan mempergunakan software dan tool untuk memelihara barang bukti tindakan kriminal.
Menurut Noblett
Yaitu berperan untuk mengambil, menjaga, mengembalikan, dan menyajikan data yang telah diproses secara elektronik dan disimpan di media komputer.
Menurut Judd Robin
Yaitu penerapan secara sederhana dari penyidikan komputer dan teknik analisisnya untuk menentukan bukti-bukti hukum yang mungkin.
Tujuan IT Forensik
Tujuan IT Forensik adalah untuk mengamankan dan menganalisa bukti digital. Dari data yang diperoleh melalui survey oleh FBI dan The Computer Security Institute, pada tahun 1999 mengatakan bahwa 51% responden mengakui bahwa mereka telah menderita kerugian terutama dalam bidang finansial akibat kejahatan komputer. Kejahatan Komputer dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Komputer Fraud.
Kejahatan atau pelanggaran dari segi sistem organisasi komputer.
2. Komputer Crime.
Merupakan kegiatan berbahaya dimana menggunakan media komputer dalam melakukan pelanggaran hukum.
Terminologi IT Forensik
A. Bukti digital (digital evidence).
Adalah informasi yang didapat dalam bentuk atau format digital, contohnya e-mail.
B. Empat elemen kunci forensik dalam teknologi informasi, antara lain :
1. Identifikasi dari bukti digital.
Merupakan tahapan paling awal forensik dalam teknologi informasi. Pada tahapan ini dilakukan identifikasi dimana bukti itu berada, dimana bukti itu disimpan dan bagaimana penyimpanannya untuk mempermudah tahapan selanjutnya.
2. Penyimpanan bukti digital.
Termasuk tahapan yang paling kritis dalam forensik. Bukti digital dapat saja hilang karena penyimpanannya yang kurang baik.
3. Analisa bukti digital.
Pengambilan, pemrosesan, dan interpretasi dari bukti digital merupakan bagian penting dalam analisa bukti digital.
4. Presentasi bukti digital.
Proses persidangan dimana bukti digital akan diuji dengan kasus yang ada. Presentasi disini berupa penunjukkan bukti digital yang berhubungan dengan kasus yang disidangkan.
Investigasi Kasus Teknologi Informasi
1. Prosedur forensik yang umum digunakan, antara lain :
a. Membuat copies dari keseluruhan log data, file, dan lain-lain yang dianggap perlu pada suatu media yang terpisah.
b. Membuat copies secara matematis.
c. Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang dikerjakan.
2. Bukti yang digunakan dalam IT Forensics berupa :
a. Harddisk.
b. Floopy disk atau media lain yang bersifat removeable.
c. Network system.
3. Beberapa metode yang umum digunakan untuk forensik pada komputer ada dua yaitu :
a. Search dan seizure.
Dimulai dari perumusan suatu rencana.
b. Pencarian informasi (discovery information).
Metode pencarian informasi yang dilakukan oleh investigator merupakn pencarian bukti tambahan dengan mengandalkan saksi baik secara langsung maupun tidak langsung terlibat dengan kasus ini.
Prinsip IT Forensik
1. Forensik bukan proses Hacking
2. Data yang didapat harus dijaga jangan berubah
3. Membuat image dari HD / Floppy / USB-Stick / Memory-dump adalah prioritas tanpa merubah isi, kadang digunakan hardware khusus
4. Image tsb yang diotak-atik (hacking) dan dianalisis – bukan yang asli
5. Data yang sudah terhapus membutuhkan tools khusus untuk merekonstruksi
6. Pencarian bukti dengan: tools pencarian teks khusus, atau mencari satu persatu dalam image.
Selasa, 22 Maret 2011
IT FORENSIK
Diposting oleh faoezant di 21.23 0 komentar
Label: Komputer
Rabu, 15 Desember 2010
SEJARAH INTERNET DAN JARINGAN
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
SEJARAH INTERNET
Internet berasal dari kata Interconecting Networking yang mempunyai arti hubungan berbagai komputer dengan berbagai tipe yang berbentuk jaringan telekomunikasi seperti telepon.
Internet lahir sekitar tahun 1969 pada masa perang dingin dan digunakan pertamakali untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat membangun sebuah sitem jaringan dengan menghubungkan semua komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila bila terjadi serangan nuklir. Untuk itu dibentuklah proyek bernama ARPANET yang dibuat oleh DARPA (Defense Advavced Research Projects Agency) suatu bagian dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat, bekerja sama dengan beberapa universitas dan research fasilities. ARPANET pada awalnya sangat kecil dan hanya menghubungkan tiga buah komputer di daerah California dan di Utah. Tidak lama kemudian ini berkembang diseluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya. Oleh sebab itu ARPANET dipecah menjadi dua, yaitu MILNET untuk keperluan militer dan ARPANET baru yang lebih kecil untuk non-militer seperti di universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan ini akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi internet saja. Di Indonesia internet mulai dikenal luas sejak tahun 1995 dan IndoInternet berdiri sebagai penyedia layanan internet pertama di Indonesia
Internet adalah suatu jaringan komputer global yang terbentuk dari jaringan-jaringan komputer lokal dan regional, memungkinkan komunikasi data antar komputer-komputer yang terhubung ke jaringan tersebut. Internet ini dikembangkan dan diuji coba pertama kali pada tahun 1969 oleh US Departement Of Defense dalam proyek ARPAnet (Advanced Research Projects Agency Network). Internet ini mempunyai banyak sebutan bagi pemakainya antara lain Cyber, e-world, dunia maya, dan sebagainya. Agar komputer-komputer dalam suatu jaringan dapat berkomunikasi, maka dibutuhkan suatu protocol atau suatu standar komunikasi baik antar komputer maupun antar jaringan komputer. Salah satu contoh dari protocol ini adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol). Protocol ini menjadi standar protocol yang digunakan pada jaringan internet, karena dapat diterapkan dihampir segala jenis platform komputer.
2.2 Pemahaman Internet
Oleh karena web yang dibuat pada umumnya untuk ditempatkan pada server system jaringan internet, maka sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu beberapa pengertian yang berhubungan dengan internet.
TCP/IP adalah bagian yang mengatur integrasi dan telekomunikasi jaringan komputer lain. TCP/IP (Transmision Control Protocol) yang memastikan semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TCP/IP secara umum berfungsi utnuk memilih rute alternatif jika suatu rute tak dapat digunakan, mengatur dan mengirimkan paket – paket pengiriman data, dan lain – lain.
Untuk dapat terkoneksi dengan internet kita perlu terhubung dengan host atau jaringan yang telah terkoneksi dengan jaringan internet. Atau dengan kata lain kita perlu koneksi dengan internet gateway. Online Services atau Internet Service Provider (ISP) adalah suatu perusahaan atau badan baik pemerintah maupun swasta yang dapat memberikan fasilitas layanan koneksi ke jaringan internet bagi jaringan yang terhubung kepadanya. Contoh ISP yang ada adalah TelkomNet, IndosatNet, LinkNet, CBNNet, dan lain-lain. Media yang biasa digunakan dalam berhubungan dengan ISP :
• Teknologi Jaringan
• Kabel Telepon (PSTN)
• DSL, ISDN, VSAT, dan lain-lain.
Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai internet sebagai sumber daya informasi yang berorientasi pada manusia, bukan internet sebagai jaringan komputer. Karena dengan pemakaian internet memberi kesempatan kepada pemakai diseluruh dunia untuk berkomunikasi dan memakai sumberdaya informasi yang tersedia. Contohnya saja pemakai dapat berkomunikasi dengan menggunakn fasilitas electronic mail atau lazim disebut E–mail ataupun dengan membentuk hubungan dengan komputer lain dan memasukkan pesan–pesan dari dan ke komputer tersebut. Oleh karena itu internet adalah lebih dari sekedar jaringan komputer atau pelayanan informasi, melainkan internet adalah gambaran dinamis bahwa manusia dapat berkomunikasi secara bebas serta memilih untuk bersifat sosial dan membagi informasi penting kepada pengguna lain yang membutuhkan.
2.2.1 Web
Web merupakan fasilitas Hypertext untuk menampilkan data berupa text, gambar, bunyi, animasi, dan multimedia lainnya, yang diantara data tersebut saling berhubungan sata sama lain.
2.2.2 Website (Situs web)
Merupakan hal khusus dari situs web tertentu. Diumpamakan situs web ini adalah buku yang berisi topik tertentu.
2.2.3 Webpage
Merupakan sebuah halaman khusus dari situs web tertentu. Diumpamakan halaman web ini adalah sebuah halaman buku dari situs web tertentu.
2.2.4 Homepage
Merupakan sampul halaman yang berisi daftar isi atau menu dari sebuah situs web.
2.2.5 WWW (World Wide Web)
Merupakan kumpulan web server dari seluruh dunia yang berfungsi menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. Bila diumpamakan WWW ini merupakan perpustakaan besar yang menyediakan berbagai macam buku dengan informasi yang anda butuhkan. Dengan teknologi World Wide Web, dimungkinkan untuk mengakses informasi secara interaktif, dan bentuk informasinya berupa tampilan grafis maupun teks. Hal ini dimungkinkan dengan adanya Hypertext Transfer Protocol (HTTP) yang digunakan untuk mengakses suatu informasi pada suatu situs web (website).
JARINGAN KOMPUTER
Jaringan computer adalah suatu bentuk aturan dan metode yang menghubungkan (interkoneksi) berbagai macam device komputasi (sering disebut juga end node) sehingga dapat berkomunikasi satu sama lain.
– Terdiri dari device komputasi media transmisi (channel komunikasi ) untuk mentrasnmisikan sinyal data dan kontrol, komunikasi elektronik untuk routing/switching data dari sumber (source) ke tujuannya (destination) dan termasuk perangkat lunak yang digunakannya.
– Jaringan dapat melingkupi jaringan kecil sampai jaringan besar yang dipisahkan secara geografis (LAN, MAN, WAN).
Maka Jaringan Komputer disebut juga :
Kumpulan perangkat keras transmisi dan fasilitas infrastrukturnya, terminal yang terhubung pada fasilitas-fasilitas tersebut dan sekumpulan protocol komunikasi peralatan tersebut..
Komunikasi yang dilakukan mestilah dapat dilakukan :
– Reliabel
– Efisien
– Bebas kesalahan (Error-free).
SIFAT JARINGAN KOMPUTER
1. Dapat menghubungkan semua yang terhubung di dalamnya. (Any-to-Any Communication System)
2. Setiap station (end node) memiliki alamat jaringan unik, untuk dapat terhubung dibutuhkan pengetahuan alamat yang dituju, seperti nomor telepon.
BLOK PENYUSUN JARINGAN KOMPUTER
1. Terminal, Workstation, Komputer dan device lain (end nodes)
• Device ini sebagai sumber data (source) maupun tujuan data (destination) dalam network. Contoh :
– Personal computer
– Terminal
– Workstation
– Komputer
– Point of sale cash registers
– Automatic teller machines
2. Media Transmisi ( untuk mentransmisi sinyal data dan sinyal kontrol)
cahaya melalui media yang berbeda-beda. Terdiri dari 2 macam, yaitu :
1. Bounded Media :
• Twisted pair wire
• Co-axial cable
• Fiber optic cables
• Wave guides
2. Unbounded Media :
• AM and FM radio
• TV broadcasting
• Satellite communication
• Microwave radio
• Infrared signals
3. Network electronics ( intermediate devices untuk routing data dari source ke destination)
Device Network electronic melayani berbagai macam fungsi termasuk proses routing atau switching data dari source ke destination atau untuk menyediakan interface antara media transmisi yang berbeda atau protocol komunikasi yang berbeda.
- Bridges - Concentrators
- Routers - Front End Processors
- Private Branch - Switches
Exchange (PBX) - Hubs
- Multiplexers – Gateways
4. Perangkat lunak untuk mengontrol transmisi data.
• Perangkat lunak adalah bentuk nyata penerapan teknik implementasi end node pada protokol yang mendefinisikan aturan, prosedur untuk inisiasi dan meletakkan data pada terminal untuk siap ditansfer, menginterpretasikan bagaimana data direpresentasikan dan saat ditransmisikan dan bagaimana suatu kesalahan (error) ditangani
• Perangkat lunak pada network electronics biasanya berfungsi khusus untuk memastikan data ditransmisikan dari source ke destination.
5. Standar Arsitektur Jaringan (Standar untuk mendukung interoperabilitas antara kebutuhan perangkat yang berbeda yang dibuat oleh vendor yang berbeda)
Interface: titik interaksi antara dua device, misalnya printer dan PC.
• Standar Interkoneksi : spesifikasi metode interfacing dua device, membuat vendor tidak memerlukan pengetahuan yang dalam mengenai peralatan jaringan lain jika dihubungkan dengan peralatannya, selama dalam frame yang telah ditentukan.
• Arsitektur: blueprint dari standar jaringan yang terdiri dari pemilihan media, media interface, metode encoding data, protokol transmisi, protocol routing, dsb.
• Dibutuhkan untuk memastikan interoperabilitas antara berbagai jenis device dan peralatan yang dibuat oleh berbagai vendor.
MENGAPA JARINGAN PENTING ?
• Kunci teknologi abad 21 adalah pengumpulan informasi, pemrosesan dan distribusi informasi.
• Dikembangkannya jaringan telepon internet.
• Jaringan Radio dan televisi menjangkau seluruh bagian dunia.
• Dalam 20 tahun terakhir, setiap komputer mulai terhubung dengan jaringan.
• Dengan jaringan komputer menyediakan jalan untuk dapat mengajarkan, mempelajari, melakukan bisnis dan berkomunikasi dengan orang lain, dimanapun dan kapanpun
Diposting oleh faoezant di 01.06 0 komentar
Label: Komputer
SISTEM KEAMANAN PADA JARINGAN
Definisi Security pada Sistem Terdistribusi
Security atau Keamanan merupakan suatu sistem keamanan yang terdistribusi untuk melindungi data-data yang penting yang berhubungan dengan komunikasi digital, aktifitas digital, dan konflik digital. Security diperlukan karena Internet itu rentan terhadap gangguan keamanan karena sifat Internet yang terbuka, sikap dan pandangan pemakai, dan tidak adanya solusi yang komprehensif.
Solusi Keamanan adalah sebagai berikut :
- Didirikannya Pusat-pusat informasi tentang keamanan, seperti CERT, SecurityFocus, Symantec.
- Adanya milis-milis tentang keamanan sistem. Adanya penggunaan mekanisme deteksi global.
- Adanya pembentukan jaringan tim penanggap insiden di seluruh dunia.
- Adanya peningkatan kesadaran terhadap masalah keamanan.
- Adanya pendidikan bagi pengguna umum. Adanya pelatihan bagi personil teknis (administrator sistem dan jaringan, CIO, CTO).
• Mengapa sistem informasi rentan terhadap gangguan keamanan
o Sistem yg dirancang untuk bersifat “terbuka” (mis: Internet)
Tidak ada batas fisik dan kontrol terpusat
Perkembangan jaringan (internetworking) yang amat cepat
o Sikap dan pandangan pemakai
Aspek keamanan belum banyak dimengerti
Menempatkan keamanan sistem pada prioritas rendah
Tidak ada solusi yang komprehensif
• Relevansi keamanan sistem informasi
o Informasi sebagai komoditi ekonomi obyek kepemilikan yang harus dijaga
o Informasi menciptakan “dunia” baru (mis: Internet) membawa beragam dinamika dari dunia nyata Komunikasi digital (e-mail, e-news, …)
Aktifitas digital (e-commerce, e-learning, …)
Konflik digital (cyber war, …)
Konsep-konsep Keamanan
• Kebijakan keamanan
o Mengatur apa yang diijinkan dan tidak diijinkan dlm operasi normal
Mengatur bgmn subyek dapat mengakses obyek
o Sering bersifat “politis” daripada teknis
o Harus mencerminkan proteksi terhadap sistem secara seimbang, komprehen-sif, dan cost-effective
o Proses: analisis ancaman kebijakan keamanan mekanisme pengamanan
Analisis ancaman: memperkirakan jenis ancaman dan potensi merusaknya
Mekanisme pengamanan: implementasi kebijakan keamanan
o Kebijakan keamanan harus berfungsi dengan baik sekaligus mudah dipakai
Dapat mencegah penyusup pada umumnya
Mampu menarik pemakai untuk mengguna-kannya
Aspek-aspek dalam Masalah Keamanan
• Kerahasiaan
o Melindungi obyek informasi dari pelepasan (release) yg tidak sah
o Melindungi obyek resource dari akses yg tidak sah
• Integritas
o Menjaga obyek agar tetap dapat dipercaya (trustworthy)
o Melindungi obyek dari modifikasi yang tidak sah
Mekanisme & Teknik Security
Mekanisme Security :
- Mengatur apa yang diijinkan dan tidak diijinkan dlm operasi normal
- Mengatur bgmn subyek dapat mengakses obyek
- Sering bersifat “politis” drpd teknis
- Harus mencerminkan proteksi thdp sistem secara seimbang, komprehen-sif, dan cost-effective
- Proses: analisis ancaman kebijakan keamanan mekanisme pengamanan
- Analisis ancaman: memperkirakan jenis ancaman dan potensi merusaknya
- Mekanisme pengamanan: implementasi kebijakan keamanan
- Kebijakan keamanan harus berfungsi dengan baik sekaligus mudah dipakai
- Dapat mencegah penyusup pada umumnya
- Mampu menarik pemakai untuk menggunakannya.
Karena sebuah sistem terdistribusi erat kaitannya dengan penggunaan jaringan, tentunya hal tersebut menjadi sebuah masalah yang penting. Mengapa? Tentunya dalam sebuah sistem terdistribusi dilakukan berbagi pakai data, dan kita tidak tahu seberapa penting data tersebut dan kegunaannya bagi masing-masing pemakai.
Masalah tersebut dapat diatasi jika data dapat terjamin keamanannya, karena tujuan utama dari adanya kemanan adalah untuk membatasi akses informasi untuk pemilik data yang memiliki hak akses. Ancaman keamanan tersebut dapat berupa:
1. Kebocoran; adanya pengambilan informasi oleh pihak yang tidak berhak
2. Pengubahan informasi yang tidak legal/sah
3. Perusakan informasiSekarang bagaimana kita dapat melindungi transaksi dalam suatu sistem terdistribusi?
1. Perancangan sistem yang aman.
Hal ini merupakan tujuan yang sulit, namun memiliki tujuan yang pasti, yaitu mencegah semua serangan-serangan yang saat ini terjadi ataupun yang akan datang.
2. Adanya kebijakan dan mekanisme.
Kebijakan/layanan yang dimaksud adalah seperti: adanya aturan yang mengatur pengaksesan dan berbagi pakai data dan apa saja prosedur yang diterapkan.
Sedangkan kebijakan tersebut akan dapat dijalankan dengan bantuan mekanisme yang dilakukan. Maksudnya adalah prosedur bagaimana kebijakan tersebut dapat dilakukan. Misalnya: untuk mengakses suatu dokuumen dikontrol dengan distribusi yang terbatas dan tersembunyi. Kebijakan lebih kearah menspesifikasikan kebutuhan, dan mekanisme menerapkan spesifikasi kebijakan yang dilakukan.
3. Menggunakan teknik keamanan.
Teknik keamanan yang dimaksud merupakan hal-hal teknis yang harus dilakukan dalam implementasi pengamanan data. Antara lain:
a. Enkripsi; pengkodean pesan untuk menyembunyikan isi.
b. Certificate; dokumen yang berisi pernyataan yang ditandatangani oleh pemegangnya.
Teknik Security :
- Dibuatnya Sistem Pendeteksi Intrusi
- Adanya Sniffing (Penyadapan)
- Adanya Scanning (Pemindaian)
- Adanya IP Spoofing
- Anti-Virus
- Firewal
dari : berbagai sumber...
Diposting oleh faoezant di 00.58 0 komentar
Label: Komputer
Minggu, 21 November 2010
TELEMATIKA
1. Pengertian Telematika
“Telematika adalah bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi”
Pengartian Telematika menurut Moedjiono yang merupakan konvergensi dari:
Tele=”Telekomunikasi”,
ma=”Multimedia”dan
tika=”Informatika”
kita perlu perhatikan perbedaan antara BIDANG ILMU.
Kata “TELEMATIKA” yang seringkali diidentikkan dengan dunia internet di Indonesia. Dari hasil pencarian makna telematika ternyata Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list Telematika saya menemukan salah satu ulir diskusi menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.
Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
* Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ITC (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
* Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
* Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
2. Cyber Crime
Merupakan kejahatan yang dilakukan seseorang atau kelompok orang dengan menggunakan komputer sebagai basis teknologinya.
* Hacker : seseorang yang mengakses komputer / jaringan secara ilegal
* Cracker : seseorang yang mengakses komputer / jaringan secara ilegal dan memiliki niat buruk
* Script Kiddie : serupa dengan cracker tetapi tidak memilki keahlian teknis
* CyberTerrorist : seseorang yang menggunakan jaringan / internet untuk merusak dan menghancurkan komputer / jaringan tersebut untuk alasan politis.
3. Hukum Telematika
Hukum untuk mengatur aktifitas di internet terutama yang berhubungan dengan kejahatan maya antara lain masih menjadi perdebatan. Ada dua pandangan mengenai hal tersebut antara lain:
1) Karakteristik aktifitas di internet yang bersifat lintas batas sehingga tidak lagi tunduk pada batasan-batasan teritorial
2) system hukum tradisiomal (The Existing Law) yang justru bertumpu pada batasan-batasan teritorial dianggap tidak cukup memadai untuk menjawab persoalan-persoalan hukum yang muncul akibat aktifitas internet.
Dilema yang dihadapi oleh hukum tradisional dalam menghadapi fenomena-fenomena cyberspace ini merupakan alasan utama perlunya membentuk satu regulasi yang cukup akomodatif terhadap fenomena-fenomena baru yang muncul akibat pemanfaatan internet. Aturan hukum yang akan dibentuk itu harus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan hukum (the legal needs) para pihak yang terlibat di dalam transaksi-transaksi lewat internet.
Hukum harus diakui bahwa yang ada di Indonesia sering kali belum dapat menjangkau penyelesaian kasus kejahatan computer. Untuk itu diperlukan jaksa yang memiliki wawasan dan cara pandang yang luas mengenai cakupan teknologi yang melatar belakangi kasus tersebut. Sementara hukum di Indonesia itu masih memiliki kemampuan yang terbatas didalam penguasaan terhadap teknologi informasi.
Di samping segala kelebihan dan manfaat dari internet, penggunaan jaringan golbal maya tersebut berpotensi memiliki dampak hukum yang serius dan di perlukan langkah-langkah konkrit untuk mengatasi masalah yang timbul skaligus mengantisipasi berbagai masalah hukum di masa yang akan datang. Dengan pendekatan hukum yang saat ini telah berdasar atas UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE, maka UU ITE merupakan bentuk upaya perlindungan kepada masyarakat. Dan, setidaknya UU ITE mengatur dua hal yang sangat penting, Pertama : pengakuan transaksi elektronik dan dokumen elektronik dalam kerangka hukum perikatan dan hukum pembuktian, sehingga kepastian hukum transaksi elektronik dapat terjamin. kedua : diklasifikasikan tindakan-tindakan yang termasuk kualifikasi pelanggaran hukum terkait penyalahgunaan TI disertai sanksi pidananya termasuk untuk tindakan carding, hacking, dan cracking.
4. Kode Etik Seorang Profesianal Teknologi Informasi (TI)
Dalam lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau norma-norma dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer TI dengan klien, antara para professional sendiri, antara organisasi profesi serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu bentuk hubungan seorang profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program aplikasi.
Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinyadigunakan oleh kliennya atau user; iadapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya(misalnya: hacker, cracker, dll).
5. Perkembangan Penerapan Telematika di Indonesia
Peristiwa proklamasi 1945 membawa perubahan yang bagi masyarakat Indonesia, dan sekaligus menempatkannya pada situasi krisis jati diri. Krisis ini terjadi karena Indonesia sebagai sebuah negara belum memiliki perangkat sosial, hukum, dan tradisi yang mapan. Situasi itu menjadi ‘bahan bakar’ bagi upaya-upaya pembangunan karakter bangsa di tahun 50-an dan 60-an. Di awal 70-an, ketika kepemimpinan soeharto, orientasi pembangunan bangsa digeser ke arah ekonomi, sementara proses – proses yang dirintis sejak tahun 50-an belum mencapai tingkat kematangan.
Dalam latar belakang sosial demikianlah telekomunikasi dan informasi, mulai dari radio, telegrap, dan telepon, televise, satelit telekomunikasi, hingga ke internet dan perangkat multimedia tampil dan berkembang di Indonesia. Perkembangan telematika penulis bagi menjadi 2 masa yaitu masa sebelum atau pra satelit dan masa satelit.
6. Peran Telematika
Berdasarkan perkembangan telematika tersebut diatas, telematika di Indonesia memiliki tiga peran pokok, antara lain :
1. Mengoptimalkan proses pembangunan. Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memuahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.
2. Meningkatkan Pendapatan. Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.
3. Pemersatu bangsa. Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.
7.Pemanfaatan Telematika di Bidang Pendidikan
Menurut Miarso (2004) terdapat sejumlah pilihan alternatif pemanfaatan di bidang pendidikan, yaitu :
1. Perpustakaan Elektronik
Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.
2. Surat Elektronik (email)
Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.
3. Ensiklopedia
Sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.
4. Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis (digital)
Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tdk menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.
5. Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System
Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.
6. Pengelolaan Sistem Informasi
Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suatu sistem.
7. Video Teleconference
Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial. Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan atau tidaknya potensi teknologi telematika. Faktor utama, menurut Miarso (2004) adalah adanya komitmen politik dari para pengambil kebijakan dan ketersediaan para tenaga terampil.
6. Dampak Penggunaan Telematika
Berbagai macam bentuk yang menjadi dampak penggunaan telematika merebak luas pada masyarakat. Dampak ini akan memunculkan dan merubah pola kehidupan, bekerja, berusaha bahkan merubah falsafah pada bidang-bidang tertentu. Dampak yang pasti adalah akan terjadinya perubahan minat bekerja yang lebih efisien dalam arti benefit to cost ratio, efektif dalam arti kualitas produk, jasa, dan pemerataan distribusi produk jasa kepada masyarakat. Dampak yang akan muncul penggunaan telematika baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu :
a. Penghematan transportasi dan bahan bakar.
b. Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif.
c. Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.
d. Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.
8.Posisi Indonesia Dalam Bidang Telematika
Sejak AS, sebagai negara yang paling awal mempunyai inisiatif dalam pembangunan superhighways informasi, meluncurkan The National Infrastructure Information-nya pada tahun 1991, banyak negara industri lainnya mengikutinya. Bulan Februari 1996 Inggris dan Jerman memperkenalkan kebijakan-kebijakan superhighways informasi mereka, yaitu The Information Society Initiative di Inggris dan program The Info 2000 di Jerman.
Tak lama kemudian di tahun 1996, negara di Asia Tengah mengikutinya, seperti Filipina dengan Tiger, Malaysia dengan Multimedia Super Corridor (MSC) dan Singapura dengan Singapore-ONE. Dan di tahun 1997 Indonesia meluncurkan kebijakan superhighways informasi dengan nama Nusantara 21.
Diposting oleh faoezant di 22.09 0 komentar
Label: Komputer